logo


TKA China Masuk RI, Contoh Pemerintah Tak Tegas Tangani Covid 19

Syarief Hasan tak bermaksud mendiskriminasi TKA China, tapi waktunya dinilai tidak tepat dan tidak adil bagi rakyat Indonesia.

2 Mei 2020 16:30 WIB

Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan.
Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kabar kedatangan ratusan TKA asal China di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai kecaman dari berbagai pihak.

Sebanyak 500 TKA itu diklaim bakal bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry, di Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

Mengetahui hal ini, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan mendesak agar Presiden Joko Widodo menghentikan rencana tersebut.


Eks Personil Dewa 19 Meninggal Dunia, Ahmad Dhani: Dia Paling Rajin Ibadah

Syarief menilai pemberian izin masuk Sultra kepada 500 TKA asal China bakal menjadi bukti ketidaktegasan pemerintah dalam menangani pandemi virus corona atau Covid-19.

"Bila diizinkan masuk, akan menjadi contoh ketidaktegasan pemerintah dalam hal penanganan penyebaran pandemi Covid 19, apalagi TKA tersebut berasal dari episentrum pandemi global, China," kata Syarief, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (2/5).

Wakil Ketua MPR itu juga menyebut kedatangan TKA asal China akan menimbulkan ketidakadilan di tengah kehidupan masyarakat Sultra.

Menurutnya, banyak masyarakat di sana yang terpaksa kehilangan pekerjaan dan memerlukan pekerjaan baru setelah masa pandemi Covid-19 berakhir.

"Kita tidak alergi atau diskriminatif terhadap TKA China tersebut tetapi waktunya sangat tidak tepat dan tidak adil bagi rakyat Indonesia," ujar politikus senior Partai Demokrat itu.

Irjen Boy Rafli Diangkat Jadi Kepala BNPT, IPW Sebut Ada Maladministrasi

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex