logo


Ada Warga Ibadah di Masjid, Menag: Gunakan Akal Sehat

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk beribadah di rumah agar penyebaran virus corona (Covid-19) tidak semakin luas.

1 Mei 2020 01:42 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk beribadah di rumah agar penyebaran virus corona (Covid-19) tidak semakin luas.

Melihat masih adanya warga yang melaksanakan ibadah di masjid, Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengingatkan masyarakat untuk beribadah di rumah.

"Kita ingin banyak beribadah sesuai dengan kehadiran Ramadhan. Ramadhan bulan berkah, bulan pengampunan, semua ibadah di bulan Ramadhan pahalanya berlipat ganda. Ada ibadah yang tidak ada di bulan lain seperti Tarawih, zakat fitrah, nuzulul Quran. Di sisi lain ada COVID-19 yang penyebarannya sangat menakutkan, penularannya satu dengan bersentuhan kulit, batuk bersin, oleh karena itu kita menyepakati protokol kesehatan harus dihadapi antara lain menggunakan masker, cuci tangan, jangan bersentuhan, jangan bergerombol," ujar Fachrul dalam acara Pesan Menteri Agama untuk Umat Islam secara online, Kamis (30/4).


Ahmad Basarah: Tenaga Medis Sangat Berjasa, Mereka Pahlawan

Ia meminta masyarakat untuk menggunakan akal sehat di situasi sekarang ini.

"Di sini perlu kita bicara tidak hanya rumusan ibadah, tapi juga menggunakan akal sehat. Tuhan juga mengingatkan tidak hanya meningkatkan iman dan takwa, tapi juga menggunakan akal sehat," katanya.

Meski di wilayah tertentu tidak ada kasus positif corona, namun diharapkan tetap berhati-hati.

"Kalau ada yang mengatakan 'di kampung kami belum ada kena COVID-19 ini, jadi Nggak masalah salat di masjid', WHO mengatakan sekarang banyak sekali yang terpapar COVID-19 tanpa gejala. Jadi perasaan kita, teman di samping kita sehat-sehat saja, padahal dia sudah terpapar COVID-19. Sehingga kami sarankan dengan keras nggak usahlah, kasihan nanti anda niat baik, kemudian berharap manfaat banyak tapi mudarat yang anda dapatkan," katanya.

"Tawakal itu juga kita (jangan) mengabaikan kepentingan kesehatan atau kepentingan lain di luar masalah ketakwaan. Saya ingat ada hadis riwayat Tarmizi, ada laki-laki datang ke masjid tanpa mengikat untanya masuk ke masjid. Kemudian bertemu Rasulullah dan Rasulullah mengatakan 'lebih baik kau ikat dulu untamu, baru kau tawakal'. Dengan demikian kita tidak boleh memikirkan tawakal dan mengabaikan usaha-usaha akal sehat. Gunakan akal sehatmu dalam menghadapi COVID-19 ini," pungkasnya.

Pemerintah Serius Perangi Covid-19 Melalui Trisula Kebijakan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata