logo


KPK Harus Berperan Aktif Awasi Penggunaan Anggaran Covid-19

Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry berpesan agar KPK tidak hanya fokus pada penindakan setelah terjadi kesalahan penggunaan anggaran tersebut. Namun, institusi pemberantasan korupsi itu harus fokus pada pengawasan.

29 April 2020 17:36 WIB

Herman Herry
Herman Herry Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didorong untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan anggaran penanganan Covid-19.

Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry berpesan agar KPK tidak hanya fokus pada penindakan setelah terjadi kesalahan penggunaan anggaran tersebut. Namun, institusi pemberantasan korupsi itu harus fokus pada pengawasan.

"KPK harus berperan aktif melakukan pengawasan. Seperti kita ketahui jumlah anggaran penangangan Covid-19 oleh pemerintah sangat besar yaitu mencapai Rp 405 Triliun," kata Herman, sebelum rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR dengan KPK, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/4/2020).


Arteria Dahlan Adukan Perppu Corona Jokowi ke KPK, Ini Alasannya

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, koordinasi antara KPK dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus diperkuat, agar alokasi dan penggunaan anggaran penanganan Covid-19 bisa dimonitor sejak awal.

"Selain itu, KPK juga mesti memetakan dan mengantisipasi titik-titik yang rawan terjadi penyelewengan, korupsi, kolusi, nepotisme, hingga konflik kepentingan terkait penggunaan angaran ini," ujarnya.

Herman juga berharap KPK memperkuat sinergi dan koordinasi dengan lembaga negara lainnya terkait pemberantasan korupsi. Tidak hanya dengan Kepolisian dan Kejaksaan tetapi juga LKPP, BPK, dan BPKP.

"Pemberantasan korupsi tentu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, butuh kerja sama yang sinergis antara sesama lembaga penegak hukum," kata Herman.

Ia meyakini, lembaga penegak hukum di Indonesia termasuk KPK, memiliki infrastruktur dan SDM yang mumpuni untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap penyelewengan anggaran Covid-19 yang mencapai ratusan triliun tersebut.

"Tentu akan lebih baik bila terbangun kerjasama yang kuat dan efektif di antara mereka," tutur politikus yang berlatar belakang pengusaha itu.

Di sisi lain, Herman menyebut bahwa penguatan pada langkah antisipatif terkait pengawasan anggaran Covid-19 sekaligus menunjukkan komitmen KPK terhadap pencegahan kasus korupsi.

"Di bawah pimpinan Firli Bahuri, KPK berkomitmen untuk fokus pada upaya pencegahan. Langkah-langkah antisipatif dalam mengawasi penggunaan anggaran Covid-19 merupakan momentum untuk membuktikan komitmen tersebut sekaligus menjawab keraguan publik," tukasnya.

Pajang Tersangka Saat Konpers, Ini Alasan KPK

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex