logo


Kontrak Baru, Vale Bangun Smelter Nikel

INCO telah memiliki rencana ekspansi smelter sebesar US$ 4 miliar

1 April 2015 14:59 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA JITUNEWS.COMSetelah melakukan renegosiasi kontrak dengan pihak Pemerintah, PT Vale Indonesia (INCO) Tbk akan menggeber realisasi pembangunan smelter bijih nikel di tiga lokasi.

Untuk pembangunannya, INCO telah menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure capex) sebesar US$ 120 hingga 185 juta, capex tersebut lebih tinggi dari pada tahun lalu yang hanya sekitar US$ 100 juta.

Direktur Utama INCO, Nico Kanter mengungkapkan, bahwa sebagian besar capex tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan smelter di Sorowako, Sulawesi Selatan. Untuk tahap pertama, lanjut Nico, proyek smelter tersebut menelan dana sebesar US$ 4 0-500 juta. "Tahap satu pembangunannya tiga tahun," ungkap Nico kepada wartawan, Jakarta.


Jalankan Restrukturisasi, Krakatau Steel Ingin Kinerja Kembali Sehat

Sedangkan untuk jangka panjangnya sendiri, Nico menambahkan, bahwa INCO telah memiliki rencana ekspansi smelter sebesar US$ 4 miliar. Dengan rincian, sebesar US$ 2 miliar untuk investasi smelter di Sorowako dan Bahadopi, Sulawesi Tenggara. Lalu, US$ 2 miliar untuk proyek smelter greenfield di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Penjualan dan Produksi Batu Bara PT Bukit Asam Naik 14%

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin