logo


The Power of Kepepet Jadi Alasan Banyaknya Bisnis Online di Masa Pandemi

Di masa pandemi ini, banyak orang yang mengeluarkan hal-hal kreatifnya di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

28 April 2020 13:53 WIB

Ilustrasi bisnis online
Ilustrasi bisnis online plutsubang

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Di masa pandemi ini, banyak orang yang mengeluarkan hal-hal kreatifnya di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Hal itu diungkapkan oleh Chief Creative Officer Narrada Communications, Adi S. Noegroho.

Menurutnya, hal-hal kreatif itu keluar karena ‘The Power of Kepepet’ yang mengharuskan orang membuat sesuatu untuk melangsungkan hidupnya.

“Justru di saat kondisi seperti ini. Menurut saya hal-hal yang kreatif yang kemudian dipikirkan dari tidak dipikirkan sebelumnya didorong jadi jualan online. Ini pun begitu kondisi-kondisi ini di satu sisi ada yang namanya kesulitan tapi disisi lain orang Indonesia saat kepepet, justru saat kepepet kreatifnya keluar,” ujarnya dalam diskusi ISED Series #5 bertajuk 'Kreatif Memulai Bisnis Online di Masa Covid-19’ di Jakarta, Senin (27/4/2020).


Dunia Usaha Harus Proaktif Dukung Swasembada Pangan

Dia mencontohkan, saat ini banyak muncul penjual rempah-rempah jamu di saat vitamin C sulit dijumpai di pasaran.

“Nah kita melihat bahwa yang namanya bisnis nya lagi naik itu jamu-jamuan, semua orang balik lagi saat obat-obatan vitamin C itu sempat kosong. Orang berpikir kembali ke tradisional ada jahe merah, temulawak dan sebagainya untuk meningkatkan imun tubuh. Nah mungkin hal-hal yang seperti itu yang harus kita pikirkan,” tuturnya.

Namun, lanjut Adi, hal kreatif itu yang disalurkan dalam bisnis juga harus memperhatikan kebutuhan konsumen di tengah pandemi virus corona.

Adi menyebut hal-hal seperti kebersihan dan lain-lain harus diperhatikan agar konsumen tenang melakukan transaksi pembelian.

“Jadi menurut saya hal-hal kreatif yang harus dipikirkan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Kebutuhan saat ini,ada yang perlu ketenangannya, tentang kebersihannya ataupun hal-hal lain yang menurut saya ini kemudian dipikirkan karena tidak bisa dibikin dengan cara yang lama,” pungkasnya.

Tahun Depan, Pemerintah Bangun 47 Pembangkit Diesel

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan