logo


Terkait Pencopotan Dirinya, Sitti Hikmawatty Menduga Ada Motif Lain

Sitti dianggap telah mencoreng nama baik KPAI sebagai sebuah lembaga negara independen lantaran pernyataannya.

26 April 2020 13:45 WIB

Sitti Hikmawatty, Komisioner KPAI 2019
Sitti Hikmawatty, Komisioner KPAI 2019 Suara Merdeka

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Komisioner Penanggung Jawab Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) Sitti Hikmawatty sempat mencuri perhatian publik lantaran pernyataan yang dikeluarkannya. Ia menyebut adanya kemungkinan wanita bisa hamil jika berenang bersama laki-laki.

Akibatnya, ia dicopot melalui Surat Keputusan Dewan Etik KPAI Nomor: 01 /DE/KPAI/III/2020. Dalam surat tersebut, Sitti dianggap terbukti telah melakukan pelanggaran kode etik pejabat publik terhadap prinsip integritas, prinsip kepantasan, prinsip kesaksamaan, prinsip kolegialitas.

Pernyataan Sitti, menurut Dewan Etik KPAI, tidak hanya merugikan pelaku secara pribadi, namun juga telah mencoreng nama baik KPAI sebagai sebuah lembaga negara independen.


Mahfud: Tarawih Itu Sifatnya Sunah, Sedangkan Menghindari Penyakit Itu Sifatnya Wajib

Namun, Sitti menduga keputusan pencopotannya ini bukan hanya dilatari atas pernyataannya. Menurutnya, pemberhentian itu ada keterkaitan dengan sepak terjangnya dalam advokasi dan kampanye anti tembakau.

Sitti meyakini bahwa dirinya merupakan korban ketidakadilan oleh dewan etik dalam penanganan kasus kesalahan ucap yang berujung pada pemberhentian dirinya.

"Kuat dugaan (pemberhentian) ini terkait dengan peran saya dalam advokasi dan kampanye anti tembakau, hal ini didasarkan pada adanya kaitan pola yang sama dalam memainkan buzzer, serta account-account yang digunakan dengan gaya bahasa yang sama, meski kemudian hari secara rapih account tersebut kemudian diganti," kata Sitti dalam keterangan persnya, Minggu, (26/4).

Namun, Sitti mengaku tak ingin bereaksi berlebihan atas keputusan yang dikeluarkan dewan etik tersebut. Sebab, lanjut dia, fokus bersama saat ini adalah berjuang mengatasi pandemi virus corona atau Covid-19.

"Saya ingin sampaikan pula kepada Bapak Presiden, sesungguhnya saat ini adalah saat semua unsur seharusnya bersatu padu mempersembahkan bakti yang terbaik bagi bangsa, Bapak Presiden, ada musuh bersama yang harus kita hadapi, yakni pandemi Covid 19," ujar dia.

Di masa pandemi ini, Sitti meminta izin kepada Presiden Jokowi untuk menuntaskan upaya perlindungan anak. Setelah itu, dirinya akan mengantar surat permohonan pengunduran dirinya kepada kepala negara.

"Izinkan saya menuntaskan upaya perlindungan anak di masa pandemik ini, terutama penguatan kebijakan perlindungan yang berperspektif anak. Sambil saya tuntaskan pembenahan Lembaga KPAI dari oknum-oknum yang hanya mempertontonkan syahwat kekuasaan saja," pinta Sitti.

"Selepas pembenahan ini, saya sendiri yang akan mengantar surat permohonan pengunduran diri kepada Bapak Presiden," sambungnya.

Kasus Corona Bertambah Saat PSBB Jakarta, Politikus Demokrat: Saya Tidak Heran

Halaman: 
Penulis : Iskandar