logo


Trump Minta Pasien Corona Disuntik Disinfektan, Dr Balmes: Ide yang Sangat Konyol

Cairan disinfektan diklaim mampu menyembuhkan pasien corona

25 April 2020 04:00 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump national Review

JAKARTA, JITUNEWS.COM-  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyarankan agar pasien corona disemprot dengan cairan disinfektan. Menurutnya langkah tersebut dapat membantu menyembuhkan pasien Covid-19.

Sebelumnya, pelaksana tugas Kepala Direktorat Sains dan Teknologi di Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, William Bryan dalam sebuah konferensi pers menyebutkan bahwa hasil riset menunjukan indikasi virus corona dapat melemah jika disemprotkan dengan cairan disinfektan dalam waktu 5 menit. Trump pun meminta riset tersebut dikembangkan sehingga bisa diterapkan di pasien corona.

"Saya lihat dari hasil cairan disinfektan dapat membunuh virus dalam waktu satu menit. Satu menit. Adakah cara sehingga kita bisa mengujinya, seperti menyuntik cairan disinfektan atau membersihkan tubuh kita? Saya tertarik melihatnya," kata Trump saat rapat bersama gugus tugas penanganan Covid-19 di Gedung Putih, Kamis (23/4/2020).


Soal Salat Berjamaah di Masjid Saat Pandemi Covid-19, Quraish Shihab: Mendekati Haram

"Saya bukan dokter. Tapi saya punya yang bagus," sambungnya.

Namun saran Donald Trump untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke pasien corona mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk para dokter.

"Menghirup klorin dalam cairan pemutih adalah hal terburuk bagi paru-paru anda. Rongga pernafasan dan paru-paru kita tidak dibuat unuk menghirup aerosol yang ada dalam cairan disinfektan. Walaupun cairan pemutih atau alkohol isopropyl tersebut encer, itu masih tidak aman bagi manusia. Itu adalah ide yang sangat konyol," kata dokter paru-paru di Rumah Sakit Umum Zuckerberg San Fransisco, John Balmes seperti dilansir Bloomberg News, Jumat (24/4/2020).

Kritik Penanganan Covid-19 di RI, Faisal Basri: Siapa Komandannya, Luhut?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati