logo


Pandemi Covid-19, Modal Rakyat Perkuat Mitigasi Risiko Kredit

Modal Rakyat berharap partisipasi masyarakat dapat semakin aktif untuk membantu menyalurkan pendanaan kepada UMKM

24 April 2020 11:39 WIB

Modal Rakyat
Modal Rakyat Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beberapa waktu lalu, Presiden RI dalam keterangan pers hari Selasa, 24 Maret 2020 menyampaikan bahwa OJK memberikan kelonggaran/relaksasi kredit usaha mikro dan usaha kecil untuk nilai dibawah Rp10 milyar baik kredit/pembiayaan yang diberikan oleh bank maupun industri keuangan non-bank kepada debitur perbankan. Bagi debitur perbankan, akan diberikan penundaan sampai dengan satu tahun dan penurunan bunga. Hal tersebut tertuang dalam ketentuan yang mengatur secara umum pelaksanaan restrukturisasi kredit/pembiayaan sebagai akibat dampak dari persebaran virus COVID-19.

Adapun peraturan tersebut tertuang dalam POJK Nomor 11/ POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019. Peraturan ini berlaku bagi bank umum konvensional termasuk unit usaha syariah, bank umum syariah, bank perkreditan rakyat, bank pembiayaan rakyat syariah, yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Bagaimana dengan p2p lending?

Perusahaan p2p lending sebagai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) pada dasarnya menjembatani/mempertemukan pihak Penerima pinjaman dan Pemberi pinjaman melalui teknologi informasi. Hal ini sejalan dengan POJK 77/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi Pasal 43 poin b menyatakan bahwa p2p lending dilarang secara langsung berperan sebagai pemberi/ penerima pinjaman.


Mitigasi Dampak Covid-19, Kementerian PUPR Sediakan Ruang Usaha untuk UMKM

Sampai dengan 19 Februari 2020, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 161 perusahaan. Modal Rakyat sebagai salah satu p2p lending terdaftar OJK sejak Juni, 2018. Hingga saat ini Modal Rakyat telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp250 miliar kepada lebih dari 1.600 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun jumlah pemberi dana di Modal Rakyat mencapai lebih dari 10.0000, dimana 57.17% usia 19-34 tahun, 28,08% usia 35-54 tahun, 8,39% usia 17-19 tahun, dan 6,36% usia lebih dari 54 tahun.

“Kami tidak memiliki kewenangan untuk mengadakan relaksasi kredit bagi Peminjam, karena sejalan dengan imbauan AFPI p2p lending dilarang berperan sebagai pemberi/ penerima pinjaman. Modal Rakyat merupakan penyelenggara, bukan pemberi pinjaman. Jika ada pengajuan relaksasi, tentunya kami harus mendapatkan persetujuan dari pemberi pinjaman terlebih dahulu. Namun dalam situasi saat ini, belum ada yang mengajukan keringanan dalam portofolio kami,” ungkap Stanis.

Hampir beroperasi selama 2 tahun, sebanyak 99,93% penyaluran dana Modal Rakyat tertuju kepada sektor produktif, dimana sebanyak 47% merupakan pedagang besar dan eceran. portfolio dari platform Modal rakyat cenderung tidak terlalu terkena dampak Covid-19 karena mayoritas pinjaman yang diberikan oleh Modal Rakyat (lebih dari 90%) merupakan pinjaman piutang UMKM berbasis invoice, yakni fokus melayani pinjaman yang sifatnya invoice belum tertagih dari perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Unilever, dan Nestle. Dengan durasi pinjaman yang relatif pendek, yakni antara 2 minggu sampai 3 bulan, tentu risikonya jauh lebih terukur.

“Modal Rakyat tetap berkomitmen untuk menyalurkan pinjaman ke UMKM di tengah situasi COVID ini dengan cara menaikkan mitigasi risiko kredit untuk melakukan seleksi yang lebih ketat pada calon peminjam. Adapun beberapa caranya adalah kami telah melakukan terintegrasi penuh dengan Fintech Data Center (FDC), serta kami fokus memperhatikan pada sektor logistik, teknologi, serta perdagangan distribusi barang-barang ke daerah,” kata Stanis.

Modal Rakyat sendiri merupakan salah satu pionir tekfin (teknologi finansial) yang telah terintegrasi langsung dengan FDC sejak 2 April 2020. Dengan ini, Modal Rakyat memiliki kemampuan mendeteksi peminjam-peminjam yang memiliki tunggakan di tekfin yang merupakan anggota asosiasi fintech pendanaan Indonesia.

Di tengah situasi pandemi ini justru Modal Rakyat berharap partisipasi masyarakat dapat semakin aktif untuk membantu menyalurkan pendanaan kepada UMKM. Gotong-royong sangat diperlukan untuk bisa bertahan dalam situasi saat ini. Tidak hanya pemerintah yang harus bekerja, tetapi semua industri, lembaga, dan masyarakat harus bersinergi.

Strategi Bakso Kerikil Pemilu, Bisa Jadi Contoh Tukang Bakso Lain

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata