logo


Lawan Corona, Ganjar Pranowo Pilih Pakai Jurus Ini Ketimbang PSBB

Melakukan edukasi pencegahan penularan virus kepada seluruh lapisan masyarakat merupakan hal paling penting.

24 April 2020 10:30 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beritasatu

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wabah virus corona atau Covid-19 telah merebak ke sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan data media harian Covid-19 per 23 April, ada 538 kasus corona di Jawa Tengah. Sebanyak 54 sembuh dan 53 meninggal. Secara total, saat ini ada 7.775 kasus corona di RI, di mana 960 sembuh dan 647 meninggal.

Berbagai upaya ditempuh untuk memutus rantai penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu.


Tiga Daerah di Jateng Jadi Zona Merah, Terbanyak dari Klaster Ijtima Gowa

Namun, bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukan tujuan utama dalam penanganan pandemi. Menurutnya, melakukan edukasi pencegahan penularan virus kepada seluruh lapisan masyarakat merupakan hal paling penting.

"Sebenarnya, PSBB bukan tujuan. Memang banyak pertanyaan dari wartawan seolah olah pokoknya kapan PSBB, kapan PSBB, tidak begitu sebenarnya. Lebih baik kita melakukan edukasi. Kalau kemudian situasi memang menghendaki sebuah tindakan yang harus mengarah kepada PSBB, itu bisa kita lakukan," kata Ganjar, seperti dikutip dari CNBC Indonesia pada Jumat (24/4).

Diketahui, Tegal saat ini menjadi kota pertama di Jateng yang sudah menerapkan PSBB sejak Kamis (23/4). Meski begitu, Pemprov Jateng tetap mendorong seluruh kota untuk mempersiapkan skenario PSBB.

"Semuanya saya minta siap-siap. Syukur-syukur kalau tidak (PSBB). Bagaimana agar bisa tidak? Maka harus dilakukan suatu intervensi, tindakan dipukul. Siapa yang dipukul? Kurvanya," jelas Ganjar.

"Sehingga, kalau terjadi kurva yang meningkat terus menerus, persebarannya meluas, ini gak boleh tinggi-tinggi, ini harus dipukul. Dipukul itu dengan intervensi. Bagaimana dengan social distancing, bagaimana penggunaan masker, bagaimana perkembangan cuci tangan pakai sabun," sambungnya.

Semarang merupakan salah satu kota yang paling disorot terkait potensi penyebaran corona. Pasalnya, jumlah kasus positif di Semarang tergolong tinggi sampai saat ini.

Oleh karena itu, Ganjar mengaku masih terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang terkait rencana penerapan PSBB di kota tersebut.

"Wali Kota semarang idenya bagus. Bahwa pengajuannya jangan dilihat tunggal dari teritori pemerintahannya. Tapi dilihat dari bagaimana pergerakan masyarakatnya, karena Kota Semarang itu ada [lalu lintas] keluar masuk dengan masyarakat Demak, dengan Kendal, khususnya di wilayah-wilayah industri, yang ini perlu kita tangani, sehingga mereka perlu siap-siap betul," pungkasnya.

Larangan Mudik Berlaku Hari Ini, Penerbangan Domestik di Stop Kecuali Kategori Ini

Halaman: 
Penulis : Iskandar