logo


Minta Disikapi Serius, NasDem Desak Polisi Usut Peretasan WhatsApp Ravio Patra

NasDem meminta pihak kepolisian agar berhati-hati dalam menangani kasus ini

24 April 2020 04:49 WIB

Ravio Patra
Ravio Patra merdeka.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ravio Patra yang dikenal sebagai peneliti kebijakan publik dan pegiat demokrasi telah ditangkap polisi pada Rabu (23/4).

Penangkapan Ravio diduga berhubungan dengan pesan berantai dalam aplikasi pesan singkat Whatsapp yang dikirim dari nomor miliknya. Namun, Ravio sempat mengadu ke SAFEnet soal dugaan ponselnya telah diretas sebelum pesan berantai itu tersebar.

Dalam rilis koalisi, kepada SAFEnet, Ravio mengadukan hal itu pada Selasa (22/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Ravio juga telah mengumumkan lewat akun Twitter-nya mengenai dugaan peretasan, dan pengambilalihan ponselnya oleh orang tak dikenal tersebut.


KPK Banyak Diisi Anggota Polisi, Mantan Penasehat Kecewa: Bubarkan!

"Dua jam setelah membuat pengumuman, tepatnya pada pukul 19.00 WIB, WhatsApp milik Ravio akhirnya berhasil dipulihkan. Selama diretas, pelaku menyebarkan pesan palsu berisi sebaran provokasi," demikian kronologi yang termaktub dalam rilis koalisi tersebut.

Koalisi menyebut sebelum ditangkap, Ravio kerap menyuarakan kritik terhadap jalannya pemerintahan. Ia pernah mengkritik Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar yang diduga kuat terlibat konflik kepentingan dalam proyek-proyek pemerintah di Papua.

Koalisi menyebut pelbagai kritikan itu berkaitan dengan apa yang tengah dikerjakan Ravio dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sebagai wakil Indonesia di Steering Committee Open Government Partnership (SC OGP).

"Hingga saat ini, belum diketahui Ravio ditangkap oleh kesatuan mana dan dibawa ke mana," tulis dalam rilis.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari mendesak aparat kepolisian mengusut dugaan peretasan aplikasi tukar pesan WhatsApp milik Ravio Patra sebelum menyelidiki dugaan tindak pidana menyebarkan berita onar.

"(Saya) meminta pihak kepolisian agar berhati-hati dalam menangani kasus ini. (Saya) mendesak agar informasi peretasan ditelusuri terlebih dahulu sebelum menindaklanjuti dugaan tindak pidana terhadap Ravio," kata Taufik dalam keterangan tertulisnya yang diterima cnnindonesia.com, Kamis (23/4).

Taufik menambahkan, Mabes Polri mesti melakukan supervisi terhadap Polda Metro Jaya dalam melakukan proses digital forensik terhadap telepon seluler milik Ravio. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan dugaan peretasan di WhatsApp itu.

Seusai digital forensik, Taufik meminta polisi memberikan penjelasan ke publik mengenai hasil temuan. Menurutnya, penjelasan kepada publik dan pengusutan secara mendalam terhadap informasi peretasan ini sangat penting untuk membuktikan Polri yang Profesional, Modern, dan terpercaya (Promoter).

"Informasi mengenai peretasan terhadap seseorang sebelum yang dituduh melakukan penghasutan melalui aplikasi WhatsApp merupakan informasi penting yang arus disikapi serius,” ujarnya.

Diduga Menyebarkan Provokasi Penjarahan Nasional, Aktivis Ravio Patra Ditangkap Polisi

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex