logo


Awas! Makan Banyak saat Sahur Dapat Memicu Efek Samping

Hal terpenting saat berpuasa adalah memperhatikan komposisi dan nutrisi pada saat sahur dan berbuka

24 April 2020 03:09 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Bagi seseorang yang menjalani ibadah puasa, umumnya bakal mengalami perubahan pola makan. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang harus menyesuaikan diri pada awal bulan puasa.

Adapun anggapan bahwa makan sahur sangat menentukan kuat tidaknya tubuh dalam menahan rasa lapar dan dahaga sekitar 12 jam.

Sebagian orang mengatakan solusi agar kuat puasa adalah makan banyak saat sahur. Namun, apakah kepercayaan ini benar?


Kenapa Mudah Lelah Selama #DiRumahSaja? Ini Alasannya

Dilansir dari British Nutrition Foundation, kebiasaan makan dengan porsi berlebihan saat sahur bukan hal yang tepat. Pasalnya, tindakan itu bisa saja memicu efek samping yang tidak diinginkan seperti sakit perut, konstipasi, atau masalah pencernaan lainnya.

Perihal paling penting saat berpuasa adalah memperhatikan komposisi dan nutrisi pada saat sahur dan berbuka. Kedua poin ini bisa menjadi kunci ketahan tubuh selama berpuasa.

Sementara itu, seseorang yang melewatkan makan sahur dapat berimbas pada nafsu makan yang lebih besar saat berbuka puasa.

Jadi, pastikan sahur dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Pastikan juga di dalam makanan terkandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, serta mineral yang seimbang. Hasilnya, kita akan kuat berpuasa sehari penuh.

Menu Sahur dan Buka Puasa, Ayam Rica Kemangi

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×