logo


Presiden Tanzania Minta Penghapusan Utang bagi Negara Afrika, Demi Bantu Lawan Pandemi

Presiden Tanzania meminta dunia internasional untuk menghapuskan utang negara-negara di Afrika sebagai bentuk bantuan dalam melawan wabah Covid-19

23 April 2020 16:19 WIB

Presiden Tanzania John Magufuli
Presiden Tanzania John Magufuli quartz

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Tanzania John Magufuli mengajukan permohonan penghapusan utang kepada dunia internasional bagi negara-negara di wilayah Afrika, sebagai sebuah bentuk bantuan dalam menangani wabah Covid-19.

Tanzania sendiri sejauh ini telah melaporkan 284 kasus positif virus Corona Covid-19. Pemerintah setempat juga tengah mendesak masyarakatnya untuk terus memperhatikan kebersihan dan higienitas diri sendiri untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Kendati demikian, Magufuli sejauh ini masih enggan dan menolak diberlakukannya kebijakan lockdown di ibukota, Dar es Salaam.

"Kapasitas ekonomi negara Afrika tidak lah sama dengan negara yang sudah berkembang," kata Magufuli.


Instruksi Trump kepada Angkatan Laut AS: Tenggelamkan Semua Kapal Iran yang Mengganggu

Ia juga melayangkan kritikan terhadap Bank Dunia yang memberi penawaran hutang kepada sejumlah negara di benua tersebut untuk melawan wabah Covid-19.

"Daripada hanya menawarkan hutang untuk melawan Covid-19, lebih baik mereka menghapuskan hutang," ujarnya.

Magufuli juga mengatakan bahwa Tanzania saat ini telah menghabiskan 700 miliar Shilling atau USD 303.03 juta, setara dengan Rp 4.7 Triliun setiap bulan untuk membayar utang-utangnya, dimana hampir 30 persen dari utang tersebut mereka bayarkan ke Bank Dunia.

Ia juga mengungkapkan alasannya tidak memberlakukan lockdown di Dar es Salaam, sebuah kota yang diketahui menyumbang banyak pemasukan bagi pemerintah Tanzania.

"Dar es Salaam merupakan kota pelabuhan. Oleh karena itu, biarkan kami melanjutkan untuk mengambil langkah pencegahan serius, namun bukan lockdown," pungkasnya.

Australia Minta Semua Negara Dukung Penyelidikan Internasional Terkait Asal Usul Virus Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia