logo


LIPI Sebut Instruksi Salat Jumat Rizieq Shihab Bisa Bingungkan Umat

Wasisto juga menilai instruksi menunaikan ibadah salat Jumat di bulan Ramadan itu telah membenturkan logika ukhrawi dan duniawi

23 April 2020 06:30 WIB

Habib Rizieq Shibab.
Habib Rizieq Shibab. rmol

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab telah mengeluarkan instruksi "Ayo Sambut Ramadhan dengan Salat Jumat." Kendati begitu, imbauan yang tertulis di poster digital itu juga menyertakan 10 pedoman menunaikan ibadah salat Jumat selama masa pandemi Covid-19.

Menanggapi hal ini, Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai salah satu instruksi salat Jumat dengan memperhatikan protokol, seperti physical distancing, justru menimbulkan kebingungan di kalangan umat muslim.

"Mencampuradukan aturan medis, politik, dan agama dalam imbauannya. Instruksi semacam ini berpotensi membingungkan umat itu sendiri," kata Wasisto, seperti dikutip dari Tagar, Kamis (23/4).


Jokowi Larang Mudik, Wali Kota Solo: Telat!

Selain itu, Wasisto juga menilai instruksi menunaikan ibadah salat Jumat di bulan Ramadan itu telah membenturkan logika ukhrawi dan duniawi. Lantas membuat dunia seolah lebih penting daripada ukhrawi.

Terkait pelaksaan ibadah di masa pandemi, Wasisto memuji kebijakan para ulama Arab Saudi yang dengan tegas melarang salat Jumat di masjid. Menurutnya, aturan itu bisa menjadi landasan bagi umat Islam di dunia saat dilema menjalankan ibadah.

"Mufti agung Arab Saudi saja melarang jumatan tuk mengurangi persebaran virus sesama jemaah, karena mempertimbangkan menyelamatkan nyawa diri dan orang lain itu lebih penting, karena ibadah bisa di rumah. Ya kalau ulama Arab Saudi saja sudah melarang, kan kita tinggal ikut saja, karena mereka lebih paham dalil agama dan konteksnya," terang dia.

Wasisto juga menyayangkan adanya silang suara terkait instruksi melaksanakan ibadah dari sejumlah organisasi Islam yang ada di Indonesia.

"Harusnya yang dibutuhkan sekarang itu ya persatuan dan bukan perpecahan. Saya pikir di sini penting kiranya para ulama itu menurunkan ego spiritualnya. Agama tanpa didukung sains itu malah memunculkan pola pikir irasional," tegas dia.

Bakal Dilalui di Musim Corona, Kapan Puasa Tahun 2020 Dimulai?

Halaman: 
Penulis : Iskandar