logo


Buka Kembali Ekonomi di Tengah Pandemi, Pakar Sebut Trump Tak Punya Empati

"Trump tidak akan peka mengapa para peneliti dan pakar kesehatan mengatakan 'Jangan membuka (ekonomi AS) terlalu dini," kata Julian Zelizer, seorang profesor di Universitas Princeton

22 April 2020 19:56 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump national Review

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Alih-alih lebih menekankan pada jumlah korban dan alasan kemanusiaan terkait dengan rencana pembukaan kembali ekonomi di tengah pandemi, para pakar dan analis menilai Presiden AS donald Trump berpikir sesuatu yang lain, masa depan karir politik Trump yang November 2020 mendatang ia akan bersaing di dalam Pilpres.

Julian Zelizer, seorang profesor di Universitas Princeton menyebut ketidakpekaan emosi yang dimiliki Trump selama terjadi krisis akibat wabah Covid-19 dapat menghalanginya dalam membuat kebijakan yang tepat.

"Jika ia enggan berbagi perasaan dan tak mau tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit, apa yang terjadi di ruang karantina, dan mengapa masyarakat tidak hanya ketakutan namun juga merasa hancur...jika ia tak memiliki rasa empati kepada seseorang yang telah ditinggal mati seseorang lain sementara mereka tak bisa melihatnya untuk terakhir kali, maka Trump tidak akan peka mengapa para peneliti dan pakar kesehatan mengatakan 'Jangan membuka (ekonomi AS) terlalu dini," ujar Zelizer.


Media Korut Bungkam Soal Kondisi Kim Jong-un, Donald Trump: Saya Berharap Dia Baik-baik Saja

"Ia tidak memikirkan dampak akan hal tersebut. Kurangnya rasa empati yang ia miliki secara langsung membuatnya tergesa-gesa untuk membuka kembali perekonomian AS, dimana hal tersebut tampaknya tak akan dilakukan oleh presiden AS lainnya," lanjutnya.

Tak seperti bencana berskala nasional lainnya, darurat virus Corona Covid-19 bukanlah sebuah peristiwa bencana yang jumlah total kerugian materi dan korban jiwa dapat segera langsung disimpulkan. Artinya, kerugian materi dan korban jiwa yang diakibatkan oleh wabah Covid-19 ini akan terus meningkat dari hari ke hari jika tidak segera ditangani dengan benar.

Satelit Militer Pertama Iran Berhasil Mengorbit di Tengah Ketegangan Hubungan dengan Amerika

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia