logo


10 Kriteria Membuat Merek Usaha Agar Mudah Dikenal (2-Habis)

Merek atau brand usaha merupakan salah satu kunci utama dalam perkembangan usaha

1 April 2015 11:06 WIB

istimewa
istimewa

6. Merek sebaiknya dapat menonjolkan citra perusahaan
Salah satu maksud digunakannya suatu nama usaha atau merek usaha adalah untuk menunjukkan bahwa produk tersebut baik, dalam arti layak untuk dipilih, layak untuk dibeli dan layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu merek atau nama usaha yang  dipilih harus bisa mencerminkan itu. Sebagai contoh, produk air mineral, merek yang digunakan harus dapat menunjukkan kepada konsumen bahwa  perusahaan melalui produknya sangat mengutamakan kesehatan (higienitas).

7. Merek sebaiknya menonjolkan perbedaan dengan produk sejenis
Untuk membantu hal ini, biasanya dibantu dengan serangkaian kata atau satu kalimat yang menyertainya, seperti kata-kata ‘no. 1’, ‘tidak sekadar rasa’, ‘kami memang beda’, ‘tiada duanya’, ‘rasakan bedanya’, dll. Serangkaian kata tersebut sebagai penegasan bahwa produk dengan merek tersebut adalah berbeda dengan produk sejenis lainnya.

8. Merek merek sebaiknya tidak melanggar ‘aturan/adat’
Tidak hanya di Indonesia, masih banyak masyarakat di berbagai Negara, yang masih sensitif terhadap symbol, warna, atau kata tertentu yang digunakan sebagai merek. Sebagai contoh, di Indonesia, simbol Negara seperti burung garuda, bendera merah putih, simbol-simbol agama sebaiknya tidak digunakan sebagai merek produk pada umumnya, kecuali untuk produk yang melekat pada simbol itu. Seperti contoh mukena atau peci dengan merek masjid. Dengan kata lain, merek masjid menjadi berpotensi menimbulkan masalah bila dipakai untuk merek produk konsumtif misalnya, atau produk-produk yang kurang ‘pantas’ diberi merek ‘Masjid’, paling tidak dari pandangan kaum muslimin.

9. Membuat merek harus berpikir jangka panjang
Merek bukan untuk keperluan usaha sehari dua hari, tapi selamanya. Oleh karena itu pemilihan merek dan nama usaha harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Merek identik dengan produk, meskipun dapat diganti namun kesalahan pemilihan merek atau nama usaha dapat menjadi salah satu sebab kegagalan produk, yang berarti kegagalan usaha juga.

10. Merek terlindungi dengan baik (didaftarkan ke pemerintah)
Merek atau nama usaha sebaiknya segera didaftarakan ke aparat pemerintan (seperti Ditjen HKI).  Beberapa persyaratan dan prosedur untuk mendaftarkan merek ini dapat dilihat pada Undang-Undang Merek No.15 Tahun 2001. Secara formal pendaftaran merek memang cukup mahal untuk kalangan usaha kecil (kurang lebih Rp 650.000,-), namun dengan bantuan dan koordinasi dengan Dinas terkait, ada jalan keluar yang mungkin bisa diberikan khususnya bagi kalangan usaha kecil.

Berita sebelumnya

 

Pulang Kampung, Mantan TKW ini Buka Usaha Beromset Puluhan Juta

Halaman: 
Penulis : Hasballah