logo


Cegah Penularan Covid-19, Puluhan Nelayan Jalani Isolasi Mandiri di Laut

Sebanyak 33 nelayan asal Pekalongan menjalani isolasi mandiri di kawasan Pantai Sadeng, DIY

20 April 2020 09:33 WIB

Ilustrasi nelayan.
Ilustrasi nelayan. google

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Puluhan nelayan dari Pekalongan, Jawa Tengah, menjalani isolasi mandiri di tengah laut kawasan Pantai Sadeng, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu dilakukan selama 14 hari ke depan untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan, mengatakan ada 33 nelayan asal Pekalongan yang masuk ke Sadeng melalui jalur darat. Rombongan diperbolehkan masuk ke kawasan pelabuhan untuk kemudian kesehatan diperiksa oleh petugas dari Puskesmas Girisubo.

"Setelah pemeriksaan selesai, para nelayan diminta naik ke kapal ukuran 30 gross ton untuk proses karantina mandiri. Tidak boleh komunikasi dengan penduduk lokal, karena langsung diminta naik ke kapal untuk karantina," kata Sarpan di Gunung Kidul, seperti dikutip dari Antara, Senin (20/4).


Terkait Bansos, PA 212 Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Ada Kongkalingkong untuk Disalahgunakan

Selama karantina, kondisi kesehatan nelayan dipantau melalui komunikasi radio. Para nelayan ini tetap diperbolehkan beraktivitas untuk menangkap ikan selama proses karantina. Satu catatan yang diberikan, rombongan tidak boleh mendarat sebelum masa karantina selama dua pekan itu berakhir.

"Biasanya kalau melaut hanya tujuh sampai sepuluh hari. Tapi, berhubung ada proses karantina maka harus mematuhi prosedur yang ada," ujarnya.

Sarpan menjelaskan, awalnya Pelabuhan Sadeng menerapkan kebijakan melarang nelayan dari luar untuk masuk. Namun aturan tersebut dilonggarkan dengan alasan ekonomi.

"Awal penerapan kebijakan ini ada 13 nelayan yang diminta untuk pulang ke daerah asal. Seiring berjalannya waktu, aturan ini diperlonggar karena nelayan dari luar daerah diperbolehkan masuk, tapi dengan catatan harus mau diperiksa kesehatannya serta melakukan karantina mandiri di tengah laut," jelasnya.

"Kebijakan pelonggaran aturan ini murni alasan ekonomi, jadi nelayan luar boleh masuk asal melakukan karantina di laut. Dalam kondisi seperti ini, nelayan juga terkena dampak secara ekonomi," tuntas Sarpan.

Amien Rais Gugat Perppu Corona Jokowi, Denny Siregar: Mending Istirahat di Rumah

Halaman: 
Penulis : Iskandar