logo


Terkait Bansos, PA 212 Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Ada Kongkalingkong untuk Disalahgunakan

Jika masyarakat menemukan indikasi kecurangan penyaluran Bansos di daerahnya, segera melapor ke pihak PA 212

20 April 2020 07:56 WIB

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin Antara/Sigid Kurniawan

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wabah virus corona atau Covid-19 tengah melanda Tanah Air sejak awal tahun ini. Untuk membantu warga terdampak, pemerintah memutuskan untuk menggelontorkan Bantuan Sosial (Bansos).

Kendati begitu, adapun masyarakat yang dianggap tercurangi lantaran tak mendapat bantuan selama pandemi tersebut. Oleh karena itu, divisi advokasi Persaudaraan Alumni 212 menawarkan uluran tangan bagi siapa saja yang menjadi korban kecurangan dalam penyaluran Bansos penanggulangan wabah Covid-19.

Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin juga mewanti-wanti kepada pihak yang terlibat dalam penyaluran Bansos dari pemerintah agar dapat bekerja secara profesional.


Terapkan Lockdown, 4 Negara Ini Dinilai Sukses Tekan Covid-19

"Jangan sampai ada kongkalingkong untuk disalahgunakan sebagai kepentingan politik atau wilayah dapil atau basis basis partai penguasa saja dan juga jangan sampai adanya manipulasi data yang dipergunakan untuk kepentingan perut kelompok atau pribadi," kata Novel, seperti dikutip dari akurat.co pada Senin (20/4).

Jika ditemukan indikasi kecurangan penyaluran Bansos, lanjut Novel, masyarakat di daerahnya diminta segera melapor. "Atau menindak langsung oknum yang bermain kotor memanfaatkan kondisi saat ini," ujarnya.

PA 212 menilai Bansos sebaiknya langsung disalurkan ke penerima dengan diberikan ke rumah-rumah warga. Sehingga bantuan bisa tepat sasaran selain mencegah kerumunan.

"Jangan dibagikan secara massal ini sangat berbahaya seperti yang terjadi di salah satu daerah Lamongan, jelas itu bisa sangat rawan menularkan Virus Corona dan sangat tidak perduli dengan adanya pisycal distancing atau PSBB," lanjutnya.

Terkait aksi bantuan, Novel juga sempat menyinggung driver ojek online yang belakangan ini jadi sorotan karena sebagian kalangan menganggap mereka hampir selalu jadi perhatian.

"Kami bagikan kepada para ustaz dan ustazah atau para guru atau kaum dhuafa yang selama ini masih kurang mendapat perhatian dibanding dengan para ojol," kata Novel.

Diajak Inul Main Tik Tok, Adam Suseno Justru Dielu-elukan Netizen

Halaman: 
Penulis : Iskandar