logo


Meski Diperpanjang, Kebijakan Lockdown di Spanyol Diterapkan Lebih Longgar

"Kita sudah melewati dan meninggalkan momentum (wabah Covid-19) yang sangat ekstrim," kata PM Spanyol Pedro Sanchez

19 April 2020 12:26 WIB

Ilustrasi Lockdown di Spanyol
Ilustrasi Lockdown di Spanyol chronicle live

MADRID, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, pada Sabtu (18/9) menyatakan bahwa ia akan meminta parlemen untuk memperpanjang kebijakan lockdown hingga setidaknya tanggal 9 Mei 2020. Kendati demikian, masa diberlakukannya kebijakan lockdown tersebut bersifat fleksibel.

"Kita sudah melewati dan meninggalkan momentum (wabah Covid-19) yang sangat ekstrim," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kebijakan perpanjangan lockdown tersebut masih belum cukup untuk menangani wabah.


Covid-19 Membuat Hubungan Inggris dan China Tak Lagi Mesra

Kementerian Kesehatan Spanyol mengungkapkan, meskipun pada Sabtu (18/4) jumlah kasus baru di negara tersebut mengalami penurunan, namun jumlah kasus secara total telah menembus angka 190 ribu kasus dimana 20 ribu diantaranya berakhir dengan kematian.

Pekan ini, Spanyol mulai sedikit melonggarkan kebijakan lockdown yang diterapkan di sana dengan membuka sejumlah sektor perekonomian, termasuk manufaktur. Kendati demikian, Warga tetap diminta untuk sebisa mungkin berada di dalam rumah kecuali untuk keperluan mendesak seperti berbelanja bahan makanan.

"Negara yang merupakan salah satu dari tiga negara dengan jumlah kasus virus Covid-19 terbesar ini dengan perlahan dan penuh kehati-hatian berusaha menuju 'normalisasi'," ujar Sanchez.

Meskipun begitu, Sanchez terus mengingatkan bahwa penanganan wabah Covid-19 merupakan tugas yang sangat rumit dan jelas menimbulkan dampak negatif bagi sektor ekonomi.

Wabah Semakin Parah, Perbatasan AS-Kanada Ditutup Hingga Akhir Mei

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia