logo


Wabah Semakin Parah, Perbatasan AS-Kanada Ditutup Hingga Akhir Mei

Kedua negara sepakat untuk memperpanjang penutupan wilayah perbatasan hingga 30 hari ke depan

19 April 2020 11:54 WIB

Perbatasan AS-Kanada
Perbatasan AS-Kanada CTV News

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kanada dan Amerika Serikat telah sepakat untuk memperpanjang pemblokiran di wilayah perbatasan kedua negara. Pemblokiran yang mulanya hanya diberlakukan hingga pekan depan tersebut kini diperpanjang hingga 30 hari mendatang. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau pada Sabtu (18/4).

Bulan Maret lalu, kedua negara di wilayah Amerika Utara itu telah sepakat untuk menutup perbatasan di kedua sisi, sehingga masyarakat umum yang tidak bisa melintasinya, kecuali untuk hal yang sangat penting dan mendesak seperti pengiriman bahan baku dan urusan perdagangan selama terjadinya wabah Covid-19.

Dilansir dari Reuters pada Minggu (19/4), Trudeau menegaskan bahwa kesepakatan itu tidak bisa dirubah lagi, ia meminta seluruh pengiriman alat dan kebutuhan medis seperti masker dan lain-lain tetap diperbolehkan untuk menyeberangi perbatasan Kanada-Amerika Serikat.


2 Bulan Terombang-ambing di Samudra, 400 Pengungsi Rohingya Berhasil Diselamatkan

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan wacana memorandum pada bulan April ini yang menginstruksikan kepada lembaga pemerintahan AS untuk sebisa mungkin menyimpan semua kebutuhan medis yang ada di Amerika Serikat untuk tidak diekspor ke luar negeri, kecuali untuk Kanada dan Amerika Latin.

Di Kanada sendiri, sejauh ini terjadi peningkatan jumlah kasus dan angka kematian akibat virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut. Pemerintah Kanada mencatat terjadinya peningkatan angka kematian hingga 8% sehingga jumlah kematian akibat wabah ini secara keseluruhan mencapai 1,346 sedangkan jumlah kasus positif Covid-19 di sana juga mengalami peningkatan sebesar 6% menjadi 32,412 kasus.

Kota Quebec menjadi pusat wabah virus Corona di Kanada dengan jumlah kematian mencapai 805, disusul Ontario dengan jumlah kasus yang sudah menembus angka 10,000 dan 514 kematian.

Covid-19 Membuat Hubungan Inggris dan China Tak Lagi Mesra

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia