logo


Pandemi Covid-19, Ini Panduan Ibadah Ramadan 2020 dari Pemerintah

Ramadan kali ini berbeda dengan sebelumnya lantaran dijalani di tengah pandemi Covid-19

19 April 2020 14:00 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Bulan suci Ramadan akan segera tiba. Namun, ada yang berbeda di bulan Ramadan 2020 atau 1441 Hijriah ini. Pasalnya, momen tersebut harus dilalui di tengah wabah corona atau Covid-19 yang menjangkit sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia.

Kemenag juga sudah mengeluarkan imbauan kepada umat Muslim untuk melakukan rangkaian ibadah Ramadan 2020 di rumah. Hal itu merupakan bagian dari upaya menekan penyebaran virus yang lebih masif.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bmas) Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan pihaknya telah menyatakan imbauan tersebut secara resmi dalam siaran pers di Gedung BNPB, Jumat (17/4).


Mualaf, Deretan Artis Ini Bakal Jalani Puasa Pertama Kali di Bulan Ramadan 2020

"Saya ingin mengajak kita semua, mari mantapkan hati, ikhlaskan diri, dan yakini bersama bahwa berada di rumah, beribadah di rumah selama Ramadhan adalah sebuah keharusan dan pilihan yang harus kita ambil. Insya Allah, Allah memberkahi kita semua," ujar Kamaruddin, seperti dikutip dari kompas.com pada Minggu (19/4).

Kamaruddin menjelaskan bahwa menjalankan ibadah Ramadan di rumah merupakan upaya pencegahan Covid-19 yang sesuai dengan imbauan pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Meskipun kita sama-sama memahami dan menyadari betapa pentingnya dan betapa mulianya berada dan beribadah di masjid, dalam konteks seperti sekarang ini, wajib hukumnya bagi kita semua untuk berada dan beribadah di rumah," ujarnya.

Sebelumnya, Kemenag telah menerbitkan edaran terkait panduan ibadah Ramadan yang ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi.

Berikut panduan ibadah Ramadan tahun 2020 dari Kemenag berdasarkan edaran yang telah diterbitkan. Imbauan ini sudah disesuaikan dengan syariat agama sekaligus mencegah penularan Covid-19 di masyarakat.

- Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti. Sahur on the road atau buka bersama dihindari. Buka puasa bersama di lembaga pemerintahan, swasta, maupun musala ditiadakan.

- Shalat tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah. Tarawih keliling tidak diperkenankan.

- Peringatan Nuzulul Quran atau turunnya Al Quran yang mengundang massa yang besar ditiadakan.

- Membaca Al Quran dilakukan dari rumah, sebagaimana perintah Rasul untuk menyinari rumah.

- Tidak berdiam diri di masjid/musala selama 10 hari terakhir atau I'tikaf.

- Pelaksanaan shalat Idul Fitri menunggu fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

- Takbiran keliling tak diperbolehkan. Takbir dilakukan di masjid/musala saja.

- Pesantren kilat boleh dilakukan, asalkan via perangkat elektronik.

- Silaturahim yang biasa dilakukan saat Idul Fitri dilakukan melalui media sosial atau telepon video saja.

- Pengumpulan dan penyaluran zakat diimbau untuk meminimalisir terjadinya kontak fisik dan pengumpulan massa. Proses pengumpulan zakat bisa dilakukan dengan sistem jemput atau transfer perbankan. Sementara, penyalurannya diberikan secara langsung kepada penerima dengan sebelumnya dilakukan pendataan yang tepat.

2 Bulan Terombang-ambing di Samudra, 400 Pengungsi Rohingya Berhasil Diselamatkan

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex