logo


Salahkan China atas Wabah Covid-19, Trump: Ada Konsekuensi yang Harus Mereka Bayar

"Jadi, saat berita palsu muncul disana, dan mereka mulai mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki jumlah kasus yang lebih tinggi, kami bukan yang tertinggi. Perlu anda ketahui, China nomer satunya," tuding Trump

19 April 2020 09:55 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump national Review

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menuding pemerintah China bertanggung jawab atas pandemi virus Corona Covid-19 yang terjadi secara global. Oleh karena itu, Trump menyebut sudahb semestinya ada konsekuensi yang harus dibayar oleh China.

"Jika ini awalnya adalah kesalahan, sebuah kesalahan tetaplah kesalahan," ujar Trump kepada wartawan di Gedung putih, seperti dikutip dari South China Morning Post pada Minggu (19/4).

"Mereka (China) bertanggung jawab atas hal ini, (sudah semestinya) ada konsekuensi yang harus mereka bayar," lanjutnya.


Kawasan Kumuh di Manila Terbakar, 2500 Orang Terpaksa Tinggal di Pengungsian di Tengah Wabah Covid-19

Kendati demikian, Trump enggan menyebut konsekuensi apa yang harus dilakukan oleh pemerintah China terkait hal ini.

Seperti diketahui belakangan ini, Trump menyalahkan semua pihak yang menentang rencananya terkait dengan penanganan pandemi Covid-19, termasuk awak media, sejumlah gubernur negara bagian, bahkan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO).

"Kamu mendengar bahwa kami (Amerika Serikat) memiliki jumlah kematian yang lebih tinggi. Kami (Amerika Serikat) mempunyai wilayah yang lebih luas dari negara-negara yang ada sejauh ini," kata Trump membandingkan dengan Italia, Spanyol, dan Inggris.

"Jadi, saat berita palsu muncul disana, dan mereka mulai mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki jumlah kasus yang lebih tinggi, kami bukan yang tertinggi. Perlu anda ketahui, China nomer satunya," tuding Trump.

Berdasar data yang dihimpun oleh Realclearpolitics, Amerika Serikat memiliki 119 kematian dari 1 juta penduduk, sementara Inggris 232, Italia 394, Spanyol 441 dan China 3.3 kematian setiap 1 juta penduduk.

Filipina Kemungkinan Perpanjang Lockdown hingga Vaksin Covid-19 Tersedia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia