logo


Filipina Kemungkinan Perpanjang Lockdown hingga Vaksin Covid-19 Tersedia

"Kami belum mengetahui kapan wabah ini akan berakhir, dan jumlah kasus terus meningkat. Saat ini kami hanya fokus merawat mereka yang sakit dan bagaimana memberi makan rakyat," kata Rodrigo Duterte

19 April 2020 09:26 WIB

Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyebut kebijakan lockdown yang saat ini tengah diterapkan di negaranya tidak cukup untuk memutus rantai penyebaran virus Corona Covid-19 selama vaksin belum tersedia.

Duterte bahkan memperkirakan bahwa kemungkinan akan terjadi gelombang kedua dan ketiga penyebaran wabah sebelum nantinya pemerintah Filipina mencabut kebijakan lockdown.

"Belum ada tanda-tanda berakhir (wabah Covid-19)," ujarnya pada siaran televisi pada Selasa (14/4) kemarin.


Virus Covid-19 Berhasil 'Menyusup' ke Korea Utara

"Kami belum mengetahui kapan wabah ini akan berakhir, dan jumlah kasus terus meningkat. Saat ini kami hanya fokus merawat mereka yang sakit dan bagaimana memberi makan rakyat," imbuhnya.

Kementerian Kesehatan Filipina pada Sabtu (18/4) telah melaporkan 209 kasus Covid-19 tambahan dimana 10 diantaranya berakhir dengan kematian sehingga secara keseluruhan, jumlah kasus yang terjadi di Filipina meningkat menjadi 6,087 kasus dengan total kematian mencapai 397. Angka kematian yang dilaporkan oleh Filipina tersebut bisa dibilang masih sedikit jika dibandingkan dengan Indonesia yang hingga Minggu (19/4), tercatat ada 535 jumlah kematian.

Kawasan Kumuh di Manila Terbakar, 2500 Orang Terpaksa Tinggal di Pengungsian di Tengah Wabah Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia