logo


Kawasan Kumuh di Manila Terbakar, 2500 Orang Terpaksa Tinggal di Pengungsian di Tengah Wabah Covid-19

Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di distrik Tondo, Manila, terjadi pada Sabtu (18/4)

19 April 2020 08:54 WIB

Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Manila, Sabtu (18/4/2020)
Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Manila, Sabtu (18/4/2020) CNN

MANILA, JITUNEWS.COM - Sebuah kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di ibukota Filipina, Manila, pada Sabtu (18/4) kemarin. Kebaran tersebut menyebabkan 2,500 warga di sana kehilangan tempat tinggal di tengah wabah virus Corona Covid-19.

Perlu lebih dari dua jam untuk petugas pemadam untuk memadamkan kobaran api yang melahap habis sekitar 200 rumah yang dihuni lebih dari 500 keluarga di distrik Tondo, Manila. Pihak angkatan udara Filipina bahkan terpaksa diterjunkan untuk memadamkan api dengan menggunakan sejumlah helikopter.

Penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa api pertama kali muncul pada sebuah bangunan berlantai dua, namun polisi sejauh ini belum dapat memastikan apa penyebabnya. Pihak penanggulanangan bencana Filipina mengatakan bahwa mereka saat ini tengah mencari dan menyiapkan sejumlah lokasi yang nantinya dijadikan tempat pengungsian sementara untuk warga yang terdampak.


Tuding Virus Covid-19 Sengaja Dibuat, AS Minta China Buka Akses Laboratorium Wuhan

Sejumlah tenda pengungsian telah disiapkan oleh pihak pemerintah setempat. Mereka juga akan memastikan para pengungsi tetap menerapkan physical distancing untuk mencegah penyebaran virus Corona COvid-19.

Insiden kebakaran tersebut bukanlah satu-satunya yang terjadi di Tondo pada pekan ini. Pada Rabu (15/4), setidaknya 500 warga juga kehilangan tempat tinggal akibat kebarakaran yang melanda kawasan padat penduduk lainnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Filipina pada Sabtu (18/4) telah melaporkan 209 kasus Covid-19 tambahan dimana 10 diantaranya berakhir dengan kematian sehingga secara keseluruhan, jumlah kasus yang terjadi di Filipina meningkat menjadi 6,087 kasus dengan total kematian mencapai 397.

Virus Covid-19 Berhasil 'Menyusup' ke Korea Utara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia