logo


Tuding Virus Covid-19 Sengaja Dibuat, AS Minta China Buka Akses Laboratorium Wuhan

"Kami masih meminta Partai Komunis Tiongkok untuk mengizinkan para ahli masuk ke laboratorium virologi sehingga kami dapat menentukan dengan tepat di mana virus ini dimulai," kata Pompeo

19 April 2020 05:29 WIB

Ilustrasi Virus Corona Covid-19
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - AS dikabarkan menuding virus corona muncul dan menyebar dari sebuah laboratorium di Wuhan. Oleh karena itu, menteri luar negeri AS, Mike Pompeo meminta China memberikan akses ke laboratorium Wuhan untuk membuktikannya.

"Kami masih meminta Partai Komunis Tiongkok untuk mengizinkan para ahli masuk ke laboratorium virologi sehingga kami dapat menentukan dengan tepat di mana virus ini dimulai," kata Pompeo seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (18/4).

AS menuding virus Covid-19 sebenarnya tidak berasal dari pasar di Wuhan, tetapi dari sebuah laboratorium di kota itu.


Sebut Bantuan Sembako Selama PSBB Tak Cukup, Habiburokhman: Negara Kita Memang Sedang Susah

Para pejabat pemerintahan AS yang telah berkunjung ke Institut Virologi Wuhan melaporkan kepada Washington tentang buruknya manajemen keselamatan di sana, pada 2018 silam.

Pejabat AS tersebut juga mengungkap bahwa laboratorium tersebut tengah melakukan riset atas sebuah virus Corona yang ditemukan pada hewan kelelawar, yang berpotensi mengakibatkan wabah.

Dari laporan tersebut, banyak yang berpendapat bahwa virus Covid-19 adalah hasil rekayasa manusia, tak terkecuali dengan Presiden Donald Trump.

Menanggapi hal tersebut, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian menampik tudingan tersebut. Ia membantah adanya unsur kesengajaan dalam kemunculan virus Corona Covid-19.

"China percaya bahwa asal virus adalah masalah ilmiah yang harus ditangani secara serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti itu dibuat di laboratorium. Dan banyak ahli medis terkenal juga mengatakan klaim bahwa virus bocor dari laboratorium tidak memiliki dasar ilmiah," katanya.

Ungkap Data Terbaru Covid-19 di Indonesia, Ada 6.248 Orang Positif

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia