logo


Peneliti Bilang Obat Klorokuin Tingkatkan Risiko Serangan Jantung bagi Pasien Covid-19

"klorokuin menyebabkan peningkatan abnormalitas pada elektrokardiogram yang bergantung pada dosis yang dapat membuat orang rentan terhadap kematian jantung mendadak," kata David Juurlink

14 April 2020 10:05 WIB

fox6now.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Para peneliti menyebut penggunaan Klorokuin dalam penanganan pasien Covid-19 sangat tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi jantung. Hal tersebut diungkap oleh Sebuah tim peneliti asal Brazil.

"Temuan awal menunjukkan bahwa dosis klorokuin yang lebih tinggi (selama 10 hari) tidak dianjurkan untuk pengobatan COVID-19 karena potensi bahaya keamanannya," jelas tim peneliti dalam laporan risetnya yang telah diterbitkan di jurnal medis medRxiv pada Sabtu (11/4), dilansir dari Kumparan pada Selasa (14/4).

"Hasil seperti itu memaksa kami untuk secara prematur menghentikan rekrutmen pasien ke uji coba ini. Mengingat dorongan global yang sangat besar untuk penggunaan klorokuin untuk COVID-19, hasil seperti yang ditemukan dalam percobaan ini dapat memberikan bukti kuat untuk rekomendasi manajemen pasien COVID-19 yang diperbarui," tambahnya.


Pandemi Corona, Perlukah Ganti Baju Setelah Bepergian? Ini Kata Ahli

Sementara itu, David Juurlink, ahli penyakit dalam dan kepala divisi farmakologi klinis di University of Toronto, menyebut penggunaan Klorokuin dapat berakibat buruk terhadap kesehatan jantung.

"Bagi saya, penelitian ini menyampaikan satu informasi yang bermanfaat, yaitu bahwa klorokuin menyebabkan peningkatan abnormalitas pada elektrokardiogram yang bergantung pada dosis yang dapat membuat orang rentan terhadap kematian jantung mendadak," kata David Juurlink kepada The New York Times.

Lawan Pandemi Covid-19, Rusia Bakal Libatkan Kekuatan Militer

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×