logo


Pandemi Corona, Perlukah Ganti Baju Setelah Bepergian? Ini Kata Ahli

Baju diklaim dapat membawa virus corona

14 April 2020 08:25 WIB

Illustrasi Pakaian
Illustrasi Pakaian Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Beberapa pihak mengatakan bahwa mengganti pakaian setelah bepergian wajib dilakukan, terutama di masa pandemi corona seperti saat ini. Pasalnya baju di klaim berpotensi membawa virus corona.

Dokter ahli penyakit dalam bersertifikat dan penyakit menular di AdventHealth, dokter Vincent HSU mengatakan bahwa pakaian belum dilihat sebagai sumber penularan virus corona. Sampai saat ini belum ada kasus penularan corona karena pakaian.

"Ada banyak hal yang tidak ketahui tentang virus ini dan kita masih belajar lebih banyak tentang (virus corona jenis baru) ini setiap hari. Tapi pemahaman kami saat ini, jika anda keluar untuk menyapa tetangga atau berbelanja singkat ke toko bahan makanan, ini sangat tidak memungkinkan anda melakukan kontak dengan Covid-19," kata Vincent Hsu seperti dikutip Healthline.


Pantesan Luntur, Ternyata Masih Banyak Orang yang Salah dalam Mencuci Celana Jeans

"Kami tidak percaya sepatu atau pakaian menjadi sumber penularan yang signifikan," sambungnya.

Oleh karenanya tidak diwajibkan mengganti pakaian apabila tidak kontak dengan pasien Covid-19. Berbeda dengan orang yang merawat pasien Covid-19,  Vincent mewajibkan untuk mengganti dan mencuci pakaian secara rutin. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona.

Sementara spesialis penyakit menular dan Wakil Presiden di Common Spirit Health, Kathleen Jordan mengatakan bahwa pakaian dianggap sebagai tempat yang tidak kondusif untuk keberlangsungan hidup virus.

Kathleen mengingatkan agar fokus menjaga kebersihan tangan dan tidak memegang wajah ketimbang mencuci pakian. Meski demikian, ia mengatakan untuk tetap menjaga jarak aman. Apabila ada orang yang batuk atau bersin di sekitar anda, maka lebih baik mencuci pakaian.

Ternyata Pakaian yang Baru Dibeli Harus Dicuci Sebelum Dipakai, Kenapa?

Halaman: