logo


Sesalkan Bentrok TNI dan Polri di Papua, PKS: Harusnya Fokus Selamatkan Nyawa

Politisi PKS minta penegakan hukum terkait kasus bentrok anggota polri dan TNI di Papua

13 April 2020 12:41 WIB

TNI-Polri
TNI-Polri Doc Puspen TNI

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Bentrokan antara anggota TNI dan Polri kembali terjadi. Lima anggota polisi dari Polres Memberamo Raya, Papua menjadi korban dalam bentrokan yang diduga melibatkan anggota TNI dari Satuan Tugas Pamrahwan Batalion Infanteri 755/20/3-Kostrad. Bentrokan ini menyebabkan tiga anggota Polres tewas, sedangkan 2 lainnya luka tembak.

Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsyi menyayangkan adanya bentok antara oknum TNI dan Polri di Papua.

“Insiden ini amat disayangkan, apalagi ditengah konsentrasi kita melawan virus Corona,” ujar Aboebakar di Jakarta, Senin (13/4/2020).


Fadli Zon Sebut Pemerintahan SBY Jauh Lebih Demokratis dan Dewasa

Menurutnya segenap komponen bangsa ini seharusnya bahu-membahu untuk melawan pesebaran Covid-19, termasuk juga TNI dan Polri.

“Kejadian seperti ini seharusnya dihindari dan tidak perlu sampai terjadi,” tuturnya.

Politisi PKS ini menegaskan bahwa kejadian tersebut harus dilakukan penegakan disiplin dan aturan hukum. Dan harus ada tim gabungan yang bertugas menyelesaikan masalah ini.

“Kapolda dan Pangdam harus duduk bersama, jangan sampai ada aksi balasan, semua harus diselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Dalam hal ini, dia meminta Polri dan TNI menjalin komunikasi lebih baik lagi, sehingga kejadian seperti ini bisa dihindari.

“Energi yang kita miliki seharusnya difokuskan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari pandemi corona, bukan malah seperti ini,” pungkasnya.

Soal Pasal Hina Presiden, Politikus PKS: Hukum Menjadi Alat Kekuasaan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati
 
×
×