logo


Sempat Dilarang, Ojol saat PSBB Kini Sudah Diizinkan

Polisi menyinggung adanya dualisme aturan terkait penggunaan sepeda motor secara berboncengan saat PSBB

13 April 2020 05:12 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah memperbolehkan penggunaan sepeda motor secara berboncengan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Minggu (12/4). Mereka berkukuh aturan itu tak melanggar prinsip-prinsip PSBB.

Padahal sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana melarang hal itu jika PSBB diterapkan di Jakarta. "Tidak boleh ada istilahnya kendaraan roda dua berboncengan, ini jelas melanggar physical distancing. Jadi hanya boleh satu orang aja, ini berlaju juga untuk ojek daring," kata Nana, Rabu (8/4).

Pihak Polda Metro Jaya pun akhirnya mengizinkan ojek daring atau ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang selama masa PSBB lantaran mengacu kepada aturan Kementerian Perhubungan.


Bicara soal Ojol di Tengah Covid-19, Denny Siregar: Situasi Itu Malah Membuat Mereka Nyaman

"Saya akan mengacu kepada apa yang telah disampaikan oleh juru bicara Kementerian Perhubungan yang mengatakan bahwa ojek online boleh mengangkut penumpang," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo, seperti dikutip dari Antara pada Senin (13/4).

Kendati begitu, Purnomo tidak memungkiri adanya dualisme peraturan terkait mengenai ojek daring.

Pasal 11 C Peraturan Menteri Perhubungan No. 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 menyebutkan bahwa ojek daring hanya diperkenankan mengangkut barang.

Sementara itu, Pasal 11 D Permenhub tersebut menyatakan dalam hal tertentu sepeda motor bisa mengangkut penumpang dengan ketentuan harus memenuhi protokol kesehatan.

"Baca Permenhub Pasal 11 disitu memang ada dualisme, di satu sisi di beberapa media juru bicara Kemenhub mengatakan bahwa ojol boleh mengangkut penumpang, tapi di satu sisi di dalam Peraturan Menhub ini di Pasal 11, silakan dibaca, itu juga jelas bahwa ojol hanya diperbolehkan hanya mengangkut barang," ujarnya.

Terkait hal itu, Purnomo mengatakan jajarannya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pehubungan dan pihak terkait untuk penerapan di lapangan.

"Kita akan diskusikan ini dengan Dinas Pehubungan sehingga nanti ada kesesuaian langkah dengan instansi terkait khususnya untuk pemberlakuan di DKI Jakarta," jelasnya.

RI Krisis Akibat Covid-19, Fadli Zon: Saya Khawatir Pemerintah Tak Sanggup Buat Terobosan

Halaman: 
Penulis : Iskandar