logo


Gawat, Produksi Beras Bakal Terganggu

Harga beras tahun ini diprediksi akan fluktuatif

31 Maret 2015 14:34 WIB

Padi (ISTIMEWA)
Padi (ISTIMEWA)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Harga beras tahun ini diprediksi akan fluktuatif. Sebabnya, produksi padi tahun ini terancam tak terpenuhi, akibat musim tanam padi yang berpotensi mundur. 

Bahkan, bisa dibilang setumpuk pekerjaan pemerintah masih belum tuntas, di dalam menyambut musim tanam tahun ini. Adapun beberapa permasalahannya antara lain, persoalan benih padi yang hingga saat ini belum sampai ke tangan petani. Sebagai perusahaan pendistribusian benih padi, pemerintah menunjuk PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT Pertani, sebagai penyalur benih padi subsidi tanpa tender. Namun kedua perusahaan tersebut belum juga menjalankan mandat dari pemerintah.

Kemudian, masalah kelangkaan pupuk di sekitar petani. Alhasil, muncul pupuk oplosan di pasaran. Bahkan, dalam seminar publik bertajuk "Politik Beras di Era Jokowi-JK", Zulkifli selaku Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Induk Cipinang menyatakan, mencari pupuk yang "mahal" saja, petani kesulitan. 


Produksi Beras Menurun, DPR RI Dorong Kementan untuk Lakukan Kajian dan Cari Solusi

Selanjutnya, adalah masalah alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang belum seluruhnya terdistribusi, ke sentra-sentra pertanian. Pemerintah menargetkan pemberian traktor sebanyak 60.000 unit, tapi yang terealisasi baru setengahnya.

Melihat masalah tersebut, Menteri Pertanian RI mengakui bahwa masalah ini selalu saja terjadi, setiap memasuki musim tanam, sehingga membuat target produksi terganggu. 

Menanggapi hal tersebut, Mentan mengklaim, untuk penyaluran benih, ia sudah menyentil pihak SHS dan Pertani untuk segera memulai pendistribusian benih ke para petani. 

Bahkan, situasi semakin bertambah rumit, lantaran stok beras milik PERUM BULOG yang semakin menipis. Saat ini, stok beras di gudang PERUM BULOG hanya tersisa 1 juta ton, setelah rajin menggelar Operasi Pasar (OP) sejak bulan lalu.

Buwas Ungkap Kejahatan Bantuan Pangan Non-Tunai

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro