logo


Gubernur Jatim Minta Debt Collector Tak Tagih Nasabah Terdampak Covid-19

"Jangan gunakan debt collector atau mengambil langsung langkah sita ini itu. Berikan mereka kelonggaran kredit, kasih kesempatan kepada para debitur ini untuk mengambil nafas," kata Khofifah

11 April 2020 17:45 WIB

Khofifah Indar Parawangsa
Khofifah Indar Parawangsa liputan6.com

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta perusahaan leasing untuk tidak menggunakan debt collector dalam melakukan penagihan terhadap nasabah yang terdampak virus corona.

"Jangan gunakan debt collector atau mengambil langsung langkah sita ini itu. Berikan mereka kelonggaran kredit, kasih kesempatan kepada para debitur ini untuk mengambil nafas," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (10/4) malam.

Ia meminta semua perusahaan leasing tersebut untuk mematuhi aturan yang telah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan relaksasi kredit di tengah wabah covid-19.


Covid-19 dan Cara Sederhana Mencegahnya

"Saya minta semua perusahaan multifinance atau leasing patuh dengan aturan yang telah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan mengenai relaksasi kredit," imbuhnya.

"Aturannya jelas. Jadi, kalau ada perusahaan multifinance yang tidak tunduk silakan laporkan ke OJK atau lapor ke saya," tutur Khofifah.

Kendati demikian, Khofifah menegaskan bahwa aturan tersebut tak berlaku bagi nasabah yang tidak terdampak Covid-19.

"Dua-duanya tetap harus dilindungi, makanya ada proses assessment kepada mereka yang mengajukan relaksasi. Tidak semua mendapatkan keringanan," ujarnya.

Tegas, Semua Pemudik yang Pulang Kampung ke Solo Langsung Dikarantina, Meski Tak Tunjukkan Gejala

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia