logo


WHO Bilang Pencabutan Status Karantina Wilayah saat Ini Bisa Picu Gelombang Kedua Wabah Covid-19

"Pencabutan pembatasan dapat menyebabkan kebangkitan yang mematikan," kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus

11 April 2020 15:02 WIB

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus national geographic Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan agar negara berhati-hati dalam melakukan pencabutan kebijakan pembatasan yang diberlakukan untuk mencegah dan menekan laju penyebaran virus Corona Covid-19, terutama pada saat-saat ini.

Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai kelonggaran kebijakan terkait pembatasan tersebut bisa memicu terjadinya gelombang kedua wabah Covid-19.

"Pencabutan pembatasan dapat menyebabkan kebangkitan yang mematikan," ujarnya, Jumat (10/4).


Pandemi Covid-19, Ini Saran Habiburokhman untuk Para Ojek Online

Ia menjelaskan, meskipun peningkatan dan lonjakan jumlah kasus yang terjadi di negara Eropa seperti Italia, Prancis, Jerman, Spanyol cenderung turun, namun disaat bersamaan wabah Covid-19 masih memasuki masa awal penyebaran di sejumlah negara di Afrika.

Hal tersebut perlu ia sampaikan menyusul ada beberapa kota di dunia yang saat ini telah 'melonggarkan" kebijakan pembatasan dan pencabutan status karantina wilayah, seperti Wuhan yang merupakan lokasi pertama kali virus tersebut muncul.

Namun, tak sedikit yang justru memperpanjang diberlakukannya kebijakan karantina wilayah.

Walikota London Shadiq Khan bahkan menilai wabah Covid-19 di wilayahnya saat ini masih belum memasuki periode puncak, sehingga ia tak akan mencabut status karantina wilayah dalam waktu dekat.

Wabah Covid-19, Puluhan Turis Asing Masih Terjabak di Mentawai

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia