logo


Melawan Covid-19, Belajar dari Pandemi Flu 1918

Penulis buku tentang Flu 1918 berbicara mengenai situasi saat ini dengan zaman dulu saat pandemi

11 April 2020 11:17 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejarawan John M.Barry menulis buku tentang flu Spanyol 1918 di 2004 lalu. Antara tahun 1918 dan 1920, ada sekitar 675.000 orang Amerika Serikat atau 50 juta jiwa lebih di dunia tewas karena terinfeksi virus flu H1N1.

Saat ini dunia tengah menghadapi situasi yang sama dengan zaman dulu, yakni pandemi virus corona (Covid-19) yang sudah menewaskan 102.741 (10/4) orang. Dalam sebuah wawancara dengan CIDRAP News, Barry membahas mengenai persamaan dan perbedaan antara Flu 1918 dengan Covid-19.

Saat virus Covid-19 muncul pertama kali, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa virus ini tidak berbahaya dari flu biasa. Barry mengatakan bahwa saat pandemi Flu 1918 kala itu para pemimpin juga mengatakan hal yang sama.


Mengejutkan! Corona Bisa Bertahan di Masker Bedah Hingga 7 Hari

"Para pemimpin kesehatan nasional mengatakan hal-hal seperti 'ini adalah influenza biasa dengan nama lain' dan 'anda tidak perlu takut jika sudah ada tindakan pencegahan yang tepat'," ujar Barry seperti dilansir dari CIDRAP pada Sabtu (11/4).

Barry menilai perbedaan antara Flu 1918 dengan Covid-19 adalah dalam hal penyebaran.

"Influenza memiliki masa inkubasi yang lebih pendek. Sedangkan Covid-19 membutuhkan waktu yang lama untuk masuk ke dalam tubuh," sebutnya.

Akibat Covid-19, banyak berbagai negara melakukan pembatasan wilayah atau lockdown agar penyebaran virus tidak semakin luas. Sedangkan saat pandemi Flu 1918, Barry mengatakan lockdown tidak dilaksanakan saat itu.

Politikus Demokrat Sarankan Anies Baswedan Beri Bantuan Uang Tunai Selama Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata