logo


Ciptakan Lagu Saat Pandemi Covid-19, SBY: Saya Ingin Berbagi Rasa, Semangat dan Harapan

SBY menciptakan lagu berjudul "Cahaya Dalam Kegelapan"

10 April 2020 13:00 WIB

Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menciptakan sebuah lagu di masa pandemi virus corona (Covid-19). Lagu yang berjudul 'Cahaya Dalam Kegelapan' itu dinyanyikan oleh beberapa musisi tanah air.

SBY mengatakan bahwa pandemi corona ini membuat banyak orang di dunia cemas. Ia mengaku paham dengan rasa duka karena ditinggalkan oleh orang-orang yang disayangi.

"Krisis pandemi korona yang melanda dunia, termasuk negeri kita, telah menghadirkan kegamangan dan kecemasan dalam hidup kita. Duka dan kepedihan hati ada di mana-mana, ketika orang yang dicintainya dipanggil Sang Pencipta. Seperti duka dan kegelapan yang saya rasakan ketika kehilangan belahan jiwa beberapa saat yang lalu," kata SBY melalui akun Instagramnya @aniyudhoyono, Jumat (10/4).


Unggah Surat, Luhut: Saya Tidak Pernah Punya Keinginan untuk Membungkam Kritik

Melalui lagu tersebut, ia ingin berbagi rasa semangat dan harapan dalam masa pandemi ini.

"Melalui tembang yang saya ciptakan ini, “Cahaya Dalam Kegelapan”, saya ingin berbagi rasa, semangat dan harapan. Insya Allah, ada hari esok yang cerah. Badai pasti berlalu," katanya.

SBY mempersembahkan lagu ini kepada rakyat Indonesia terutama bagi mereka yang berjuang di garis terdepan melawan Covid-19.

"Lagu ini saya persembahkan kepada rakyat Indonesia tercinta, terutama yang tengah bergulat dan berjuang di garis depan para pasien serta para dokter dan perawat. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, melindungi dan menyelamatkan para pejuang kemanusiaan, dan kita semua," katanya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Krisis pandemi korona yang melanda dunia, termasuk negeri kita, telah menghadirkan kegamangan dan kecemasan dalam hidup kita. Duka dan kepedihan hati ada di mana-mana, ketika orang yang dicintainya dipanggil Sang Pencipta. Seperti duka dan kegelapan yang saya rasakan ketika kehilangan belahan jiwa beberapa saat yang lalu. Melalui tembang yang saya ciptakan ini, “Cahaya Dalam Kegelapan”, saya ingin berbagi rasa, semangat dan harapan. Insya Allah, ada hari esok yang cerah. Badai pasti berlalu. Lagu ini saya persembahkan kepada rakyat Indonesia tercinta, terutama yang tengah bergulat dan berjuang di garis depan ~ para pasien serta para dokter dan perawat. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, melindungi dan menyelamatkan para pejuang kemanusiaan, dan kita semua. Mari kita terus bersatu, berbagi dan berikhtiar bersama melawan Covid-19 ini. Dengan pertolongan Tuhan kita bisa. Indonesia Bisa. *SBY* -- Translation: The corona pandemic crisis that has swept the world, including our country, has brought uncertainty and anxiety into our lives. Griefs and heartaches are everywhere when people they love are passing away. Like the sorrow and darkness that I felt when I lost my soulmate just a moment ago. Through this song that I wrote, "Light in Darkness", I want to share my feelings, passion, and hope. God willing, there is a bright tomorrow. Every cloud has a silver lining. I offer this song to my beloved Indonesian people, especially those who are struggling and fighting on the front lines ~ the patients and the doctors as well as nurses. May the most loving God be merciful, protect and save these fighters of humanity, and all of us. Let us continue to unite, share and endeavor together against Covid-19. With God's help, we can. Yes Indonesia Can. *SBY*

A post shared by Ani Yudhoyono In Memoriam (@aniyudhoyono) on

Banyak yang Ciptakan Vaksin Covid-19, Kapan Bisa Digunakan?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata