logo


Peneliti Sebut Pembatasan Sosial Harus Tetap Dilaksanakan Hingga Vaksin Covid-19 Ditemukan

Apabila kehidupan normal berlanjut terlalu cepat dan pencabutan kontrol terlalu luas maka bisa saja muncul gelombang kedua infeksi.

10 April 2020 10:01 WIB

fox6now.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Hong Kong mengungkapkan bahwa semua negara tidak bisa melonggarkan pembatasan pergerakan selama vaksin virus corona (Covid-19) ditemukan.

Peneliti mengatakan bahwa mengontrol pergerakan sangat penting dilakukan untuk menekan tingkat infeksi corona. Contohnya, China yang mengontrol pergerakan hingga akhirnya bisa menghentikan infeksi gelombang pertama.

“Sementara langkah-langkah kontrol ini tampaknya telah mengurangi jumlah infeksi ke tingkat yang sangat rendah, tanpa kekebalan terhadap Covid-19, kasus-kasus dapat dengan mudah muncul kembali ketika bisnis, operasi pabrik, dan sekolah secara bertahap melanjutkan dan meningkatkan pencampuran sosial, terutama mengingat meningkatnya risiko kasus impor dari luar negeri karena Covid-19 terus menyebar secara global," ujar pemimpin penelitian tersebut, Prof Joseph T Wu dari University of Hong Kong, seperti dilansir dari RMOL, Jumat (10/4).


Raja Salman Isolasi, Anggota Kerajaan Saudi Terjangkit Covid-19?

Para penelitian memperingatkan apabila kehidupan normal berlanjut terlalu cepat dan pencabutan kontrol terlalu luas maka bisa saja muncul gelombang kedua infeksi.

"Kebijakan pengendalian seperti jarak fisik dan perubahan perilaku kemungkinan harus dipertahankan untuk beberapa waktu, secara proaktif menyeimbangkan antara meringkas kegiatan ekonomi dan menjaga angka reproduksi di bawah satu," kata Wu.

Meningitis Kriptokokus, Radang Selaput Otak Karena Infeksi Jamur pada Penderita HIV/AIDS

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata