logo


Meningitis Kriptokokus, Radang Selaput Otak Karena Infeksi Jamur pada Penderita HIV/AIDS

Meningitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur

9 April 2020 21:11 WIB

Ilustrasi Olak Manusia
Ilustrasi Olak Manusia republika

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Meningitis atau penyakit radang otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, sel kanker, dan iritasi bahan kimia. Meningitis terjadi karena adanya pembengkakan pada membran otak atau meninges dan tulang belakang.

Beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita yakni demam, sakit kepala terus menerus, merasa resah dan bingung, dan mual.

Meningitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri bisa ditularkan kepada orang lain melalui kontak langsung seperti batuk atau bersin dan air liur.
Orang yang tinggal dalam jarak dekat dengan penderita meningitis tentunya sangat beresiko tertular.


Pemerintah Revisi APBN Akibat Wabah Covid-19, Begini Respon Ketua Fraksi PPP DPR RI

Dilansir dari Bali Medika, penyakit ini sering dijumpai pada orang-orang yang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang rendah seperti penderita penyakit autoimun, penderita kanker usai menjalani perawatan kemoterapi, transplantasi organ atau sumsum tulang belakang.

Sedangkan Meningitis yang disebabkan oleh jamur atau yang disebut dengan Meningitis Kriptokokus (cryptococcal) sering dijumpai pada orang-orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS. Namun sejak diterapkannya obat antiretroviral (ARV) pada pengidap HIV, jumlah kasus meningitis jenis ini semakin menurun secara drastis.

 

Selama 3 Bulan, Jokowi Beri Rp600 Ribu untuk Sopir dan Kernet

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia