logo


Baru Keluar Napi Kembali Berulah, Kemenkumham Diminta Hentikan Kebijakan Bebas Bersyarat

"Kalau dihentikan dulu nanti kan hasilnya kan napi-napi evaluasi, 'oh saya enggak boleh seperti ini', kan gitu. Sudah diberikan suatu kebijakan malah lakukan kejahatan, ini saya kira menjadi perhatian bagi napi yang dibebaskan," kata Prof Hibn

9 April 2020 19:45 WIB

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kebijakan pembebasan bersyarat yang dikeluarkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, ternyata tak membuat beberapa napi sadar. Sejumlah napi bahkan diketahui kembali berulah, meski baru dibebaskan.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof Hibnu Nugroho, meminta Kemenkumham untuk segera mengevaluasi kebijakan tersebut.

"Ya paling kalau seperti ini lebih baik dihentikan dulu sambil dimantapkan gitu kan, dimantapkan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat," kata Hibnu kepada wartawan, Kamis (9/4).


Lawan Covid-19, Adjeng Usul Narapidana Diminta Bikin Masker

"Itu bisa jadi. Loh kok begini, evaluasi, dihentikan dulu gitu. Kita jangan (cuma) program asimilasi, tapi juga harus dibarengi suatu pengawasan lebih baik," sambungnya.

Bahkan kalau perlu Kemenkumham menghentikan dan membatalkan program pembebasan napi tersebut sehingga kejadian tersebut tak terulang lagi.

"Kalau dihentikan dulu nanti kan hasilnya kan napi-napi evaluasi, 'oh saya enggak boleh seperti ini', kan gitu. Sudah diberikan suatu kebijakan malah lakukan kejahatan, ini saya kira menjadi perhatian bagi napi yang dibebaskan," ujarnya.

Tak Mau Utang Budi ke Jokowi, Bahar bin Smith Menolak Pembebasan Bersyarat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia