logo


Perkantoran yang Nekat Beroperasi saat PSBB Kena Denda Rp 100 Juta dan Hukuman Setahun

"Nanti ada pengawasan, penertiban dan kita akan kerahkan seluruh kekuatan di Pemprov, TNI, dan polisi untuk kita tertibkan," kata Anies Baswedan

9 April 2020 19:15 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pihaknya akan menjatuhkan hukuman dan denda bagi perusahaan maupun pelaku usaha yang nekat beroperasi selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diberlakukan mulai Jumat (10/4) besok.

"Nanti ada pengawasan, penertiban dan kita akan kerahkan seluruh kekuatan di Pemprov, TNI, dan polisi untuk kita tertibkan," kata Anies dikutip dari kumparan, Kamis (9/4).

Anies mengingatkan, bagi perkantoran yang nekat melanggar kebijakan, denda sebesar Rp 100 juta dan hukuman maksimal setahun siap menanti. Ia mengatakan bahwa pemberian sanksi tersebut telah tercantum di dalam UU np 6 Tahun 2018 terkait Kekarantinaan Kesehatan.


BMKG Ingatkan Warga Jakarta: Waspada Potensi Hujan Petir Sore Ini

"(Dalam) Pasal 93, yang memberikan denda sebesar Rp 100 juta dan hukuman setahun maksimal. Itu bisa dikenakan," ucap Anies.

Lebih lanjut, ia juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan terkait hal itu.

"Artinya, kalau diingatkan tidak bisa (patuh), pasti bisa diproses hukum. Dan kepolisian, kejaksaan siap memproses ini apabila tak dilaksanakan," lanjutnya.

Pemkab Bekasi Siapkan Sanksi Tegas Bagi Warga yang Langgar PSBB

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia