logo


SBY Tanggapi Aturan Penghinaan Presiden Saat Pandemi Covid-19

Menurutnya dalam masa pandemi saat ini ada situasi yang tidak patut terjadi

9 April 2020 15:08 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi soal terbitnya telegram Polri yang juga menindak penghina presiden dan pejabat negara dalam situasi wabah virus corona (Covid-19).

Menurutnya dalam masa pandemi saat ini ada situasi yang tidak patut terjadi.

"Saya perhatikan beberapa hari terakhir ini justru ada situasi yang tak sepatutnya terjadi. Apa itu? Kembali terjadi ketegangan antara elemen masyarakat dengan para pejabat pemerintah, bahkan disertai dengan ancaman untuk "mempolisikan" warga kita yang salah bicara. Khususnya yang dianggap melakukan penghinaan kepada Presiden dan para pejabat negara," ujar SBY dalam tulisan artikelnya yang diunggah ke akun Facebook, Rabu, (8/4).


Wabah Covid-19, PPP Minta Menperin Awasi Keselamatan Kerja Para Buruh

SBY meminta masalah tersebut ditangani dengan tepat dan bijak. Menurutnya, jika masalah ini makin menjadi-jadi maka rakyat akan mengalami kesulitan hidup.

"Mumpung ketegangan ini belum meningkat, dengan segala kerendahan hati saya bermohon agar masalah tersebut dapat ditangani dengan tepat dan bijak. Kalau hal ini makin menjadi-jadi, sedih dan malu kita kepada rakyat kita. Rakyat sedang dilanda ketakutan dan juga mengalami kesulitan hidup karena terjadinya wabah korona ini. Juga malu kepada dunia, karena saya amati hal begini tidak terjadi di negara lain," katanya.

Menurutnya, ketegangan antara pemerintah dan rakyat tidak seharusnya terjadi. SBY menyebut seharusnya masyarakat dan pemerintah kompak dalam memerangi virus corona.

"Yang ingin saya tanggapi adalah terjadinya ketegangan baru antara unsur masyarakat dengan pihak pemerintah. Ketegangan vertikal seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Tidakkah kita justru harus makin kompak, makin bersatu dan makin efektif dalam kerjasama memerangi virus korona saat ini?" ujarnya.

"Isu yang muncul sebenarnya klasik dan tidak luar biasa. Intinya adalah bahwa negara, atau pemerintah, akan mempolisikan siapapun yang menghina presiden dan para pejabat pemerintah. Saya pahami ini sebagai peringatan (warning), bukan ancaman, dari pihak yang memiliki kekuasaan di bidang hukum," pungkasnya.

Soal Covid-19, Dokter: Agama Tak Berurusan dengan Penyakit, Itu Urusan Biologis

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata