logo


Pemakaman Pasien Covid-19 Sudah Sesuai Prosedur, MUI Minta Warga Tak Lagi Lakukan Aksi Penolakan

“Artinya pada saat dikebumikan, tetesan itu bisa diantisipasi tidak terjadi. Protokolnya bukan hanya menjaga orang yang menguburkan, tetapi juga keselamatan orang yang ada di daerah sekitar,” kata Wakil Sekretatis Jenderal MUI Sholahuddin Al-A

8 April 2020 19:30 WIB

Proses pemakaman pasien Covid-19
Proses pemakaman pasien Covid-19 Suara Surabaya

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Sekretatis Jenderal Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Bidang Fatwa, Sholahuddin Al-Aiyub, menilai protokol penanganan dan proses pemakaman jenazah Covid-19 sudah dilakukan dengan tepat dan sudah memperhatikan keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi pemakaman.

Ia menjelaskan bahwa jenazah pasien Covid-19 telah dikafani dan dilapisi dengan kantong jenazah berbahan plastik yang tidak tembus, kemudian dimasukkan ke dalam peti yang juga sesuai protokol medis.

“Artinya pada saat dikebumikan, tetesan itu bisa diantisipasi tidak terjadi. Protokolnya bukan hanya menjaga orang yang menguburkan, tetapi juga keselamatan orang yang ada di daerah sekitar,” kata Aiyub melalui keterangan tertulisnya pada Rabu (8/4/2020).


Minta Pembahasan RUU KUHP Ditunda, Fraksi Demokrat: Seharusnya Pemerintah Fokus Bantu Rakyat Lawan Covid-19

Oleh karenanya, Ia pun meminta masyarakat tak lagi melakukan penolakan terhadap penguburan jenazah positif virus corona.

“Kalau kita melihat hadis, diterangkan bahwa jika ada di antara kalian yang meninggal, jangan kalian menahan-nahan, dan segerakanlah dia itu dikuburkan di tempat pemakamannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aiyub menilai, aksi penolakan pemakaman jenazah Covid-19 terjadi karena masyarakat belum sepenuhnya paham. Ia pun menyebut diperlukan edukasi dan persuasi dari pemerintah.

“MUI mengimbau kepada aparat untuk melakukan langkah persuasi terlebih dahulu, saya menebak itu belum pahamnya masyarakat," katanya.

Segera Berlakukan PSBB, Ini Persiapan Pemkot Bekasi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia