logo


DKI Jakarta PSBB, Pemotor Tak Boleh Berboncengan, Ojol Dilarang Bawa Penumpang

"Untuk kendaraan pribadi, misalnya mobil Avanza kapasitas 6 orang, hanya boleh 3 orang. Ini juga berlaku bagi roda dua. Jika kendaraan roda dua berboncengan, maka jelas melanggar physical distancing," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana

8 April 2020 16:28 WIB

ilustrasi lalu lintas di Jakarta
ilustrasi lalu lintas di Jakarta okezone

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyatakan pihaknya akan menindak secara tegas masyarakat yang melanggar kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang akan diterapkan mulai Jumat 10 April 2020 mendatang.

Salah satunya terkait dengan pembatasan transportasi angkutan barang dan penumpang, baik angkutan umum maupun pribadi.

"Untuk kendaraan pribadi, misalnya mobil Avanza kapasitas 6 orang, hanya boleh 3 orang. Ini juga berlaku bagi roda dua. Jika kendaraan roda dua berboncengan, maka jelas melanggar physical distancing," kata Nana dalam konpers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/4/2020).


DKI Jakarta Bestatus PSBB, Fahira Sebut Pemprov Sudah Antisipasi Dampak Ekonomi dan Sosial

Ia menyebut aturan tersebut juga berlaku bagi layanan transportasi umum, termasuk ojek online.

"Jadi motor atau roda dua hanya diperbolehkan untuk satu orang, termasuk juga bagi ojek online," kata Nana.

"Misalnya bus yang selama ini bisa memuat 40 orang, maka yang diperbolehkan separuhnya 50 persen, atau 20 orang saja. Begitu juga dengan kereta api, MRT dan LR, penumpang hanya boleh 50 persennya saja dari kapasitas," kata dia.

Kendati demikian, Nana masih masih menunggu aturan detail terkait dengan penerapan PSBB yang akan segera dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis (9/4) besok.

"Detailnya kita menunggu Peraturan Gubernur yang akan keluar besok," kata Nana.

Kasus Gagal Bayar Koperasi Indosurya, Wakil Ketua DPR RI Minta Polri Segera Turun Tangan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia