logo


Tangani Corona, Tenaga Medis di Yogya Kesulitan Cari Tempat Tinggal

Sejumlah tenaga medis penanganan Covid-19 mendapat stigma negatif dari masyarakat

8 April 2020 15:28 WIB

Pasien Suspect Corona di Rumah Sakit Yogyakarta
Pasien Suspect Corona di Rumah Sakit Yogyakarta Twitter

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM - Tenaga medis merupakan garda terdepan dalam menangani pasien terpapar virus corona atau Covid-19. Namun tak dapat dipungkiri jika mereka kerap dianggap sebagai pembawa virus di lingkungan tempat tinggalnya.

Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Widodo Wiryawan membenarkan adanya beberapa perawat yang mendapat stigma negatif dari masyarakat.

"Ada laporan ke kami bahwa ada perawat yang tidak bisa memperpanjang kosnya," kata Widodo, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (8/4).


Cerita Mahasiswa Asal Indonesia di Makkah Dikarantina di Hotel Bintang 5

Mengatasi hal itu, Widodo mengaku pihaknya sudah menyediakan beberapa bangsal di RS untuk dijadikan tempat tinggal sementara bagi para petugas medis apabila mendapat penolakan dari warga.

Widodo meminta pemerintah agar membantu mengubah stigma negatif masyarakat kepada para petugas medis penanganan pasien Covid-19. Menurutnya, pemerintah harus menyampaikan persoalan ini sampai ke tingkat Rukun Tetangga (RT).

"Bisa dilakukan melalui teleconference, atau menggalakkan di media massa , serta membuat aturan hukum sehingga pelakunya bisa dikriminalkan, jika ada stigma," jelasnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yogyakarta.

Direktur Utama RSUD Yogyakarta Ariyudi Yunita mengatakan sejumlah perawat kesulitan mencari tempat istirahat. "Sementara mereka susah cari tempat kos," terang Ariyudi.

Hadapi Corona, Ustaz Yusuf Mansur Galang 'Gerakan Sedekah Nasional'

Halaman: 
Penulis : Iskandar