logo


Jakarta Terapkan PSBB, dr Corona: Warga Muhammadiyah Dilarang Mudik

Muhammadiyah melarang warganya mudik

8 April 2020 08:40 WIB

Rombongan pemudik Pertamina
Rombongan pemudik Pertamina Pertamina

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona. Mengingat DKI Jakarta merupakan zona merah Covid-19 dengan jumlah penyebarannya yang sangat tinggi.

Menanggapi PSBB yang akan diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center dr Corona Rintawan meminta pemerintah memberikan larangan tegas terkait mudik, jangan hanya imbauan saja.

"Kita meminta pemerintah untuk lebih tegas dalam konteks larangan mudik ini. Jadi konteks kita meminta pemerintah tidak hanya mengimbau masyarakat untuk tidak pulang, tapi melarang," kata dr Corona seperti dilansir detikcom, Selasa (7/4/2020).


Tetap Sehat Meski di Rumah Saja, Yuk Ikutan Olahrga Online Ini

dr Corona menyampaikan bahwa di lingkungan internal Muhammadiyah sudah ada kesepakatan bersama untuk melarang warganya mudik di tengah pandemi corona.

"Kita melarang warga Muhammadiyah untuk melakukan mudik. Ini konteks PSBB yang baru. Jadi disamping kegiatan sosial yang physical distancing, kita juga menutup masjid untuk kegiatan jemaah, itu selalu kita gemborkan," ujar dr Corona.

Diketahui, Muhammadiyah-Aisyiyah telah menyediakan 55 rumah sakit se Indonesia untuk merawat pasien corona. Hal tersebut mengingat jumlah pasien corona terus meningkat. "Kita perbanyak sesuai dengan laporan dari teman-teman rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiah dan total sampai hari ini nambah terus sampai terakhir laporan hari ini 55 rumah sakit," pungkasnya.

Imbauan Mudik Tidak Jelas, YLKI: Sikap Ini Justru Jadi Pelecut Masifnya Persebaran Corona

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati