logo


Kritik Menag Terkait Solat Terawih di Rumah, PA 212: Mestinya Tidak Terburu-buru, Terkesan Pesimistis

PA 212 mengkritik surat edaran Menag terkait ibadah ramadan saat pandemi corona

8 April 2020 05:22 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan surat edaran panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H. Dalam surat edaran tersebut, Menag mengimbau umat muslim untuk buka puasa dan solat terawih di rumah masing-masing selama pandemi corona. Halal Bihalal Idul Fitri pun dilakukan secara online untuk mencegah terjadinya kontak fisik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menilai Menag terlalu terburu-buru mengeluarkan surat edaran panduan ibadah selama pandemi corona.

"Mestinya Menag tidak terburu-buru mengeluarkan imbauan tersebut, terkesan pesimistis terhadap penanganan Covid-19 atau memang pemerintah tidak serius menangani?" kata Slamet seperti dilansir Suara, Selasa (7/4/2020).


Bagaimana Nasib Ibu Kota Baru Saat Pandemi Covid-19? Ini Kata Basuki

"Seharusnya Kemenag bisa lebih merinci untuk menentukan mana umat muslim yang masih boleh melangsungkan solat berjamaah di masjid. Itu bisa disesuaikan dengan tingkat bahaya Covid-19 di masing-masing wilayah," ujarnya.

Meski demikian, Slamet Maarif mengajak semua umat muslim berdoa bersama-sama agar wabah Covid-19 di Indonesia bisa berakhir sehingga umat muslim bisa melakukan solat terawih secara berjamaah di masjid.

Kementerian PUPR Realokasi Anggaran Pembangunan Infrastruktur Rp 24,53 Triliun Dukung Penanganan COVID-19

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex