logo


Bantah Larangan Ojol Angkut Penumpang Selama PSBB, Anies: Hanya Dibatasi

Jumlah orang yang naik ojol akan dibatasi

8 April 2020 04:49 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah bahwa transportasi ojek inline (ojol) dilarang mengangkut penumpang di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia menjelaskan bahwa penumpang ojol akan dibatasi per harinya.

"Jadi ketika ini dilakukan, maka ada batasan jumlah orang yang bisa naik di kendaraan itu, itu akan diatur dalam peraturannya secara detail," kata Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota DKI seperti disiarkan di akun Youtube Pemprov DKI, Selasa (7/4/2020).

Anies menambahkan untuk kegiatan logistik tidak ada pembatasan. Ia ingin kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.


Ojol Tak Boleh Bawa Penumpang saat PSBB, Ini Respon Gojek

"Tapi intinya adalah akan ada pembatasan jumlah penumpang per kendaraan, kita tidak membatasi kegiatan logistik karena kita ingin agar masyarakat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi, tetapi prinsip pembatasannya kita ikuti," ujarnya.

Diketahui, jika merujuk ke Permenkes PSBB dijelaskan bahwa ojek online dilarang mengangkut penumpang hanya mengangkut barang. Namun ada perbedaan dalam penerapannya di DKI Jakarta.

"Layanan ekspedisi barang, termasuk angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang," penjelasan Permenkes PSBB.

Kebijakan Penanganan Covid-19 Pemda dan Pusat Tak Sinkron, DPD RI: Kita Siap Menjadi Mediator

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati