logo


Sektor Pariwisata Hancur Lebur Akibat Wabah, Komisi X DPR RI Desak Pemerintah Genjot Ekonomi Kreatif

“Pariwisata mungkin terimbas parah, tapi ekonomi kreatif tidak boleh kehilangan kreatifnya, buka peluang baru yang seluas-luasnya,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih

7 April 2020 18:45 WIB

Wishnutama
Wishnutama Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Barekraf, Wishnutama Kusubandrio menggenjot sektor ekonomi kreatif sebagai kekuatan alternatif di tengah gelombang krisis akibat wabah korona.

“Pariwisata mungkin terimbas parah, tapi ekonomi kreatif tidak boleh kehilangan kreatifnya, buka peluang baru yang seluas-luasnya,” ujar Fikri dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Selasa (7/4/2020).

Dalam hal ini, Fikri mencontohkan beberapa usaha kreatif, terutama berbasis daring yang mampu menangguk peningkatan omzet secara signifikan.


Minimalisir Penyebaran COVID-19, Puan Dukung Penerapan Sistem Isolasi Terbatas dan Karantina Wilayah

“Fenomena yang memaksa orang harus tinggal di rumah, belajar di rumah, atau bekerja di rumah, membuka peluang ekonomi sektor daring yang justru bertumbuh,” kata Fikri.

Dia menyinggung berbagai aplikasi yang mendukung konferensi video untuk keperluan rapat bagi beberapa orang sekaligus.

“Saat ini kita masih memakai aplikasi dari luar negeri yang juga berbayar, saya yakin buatan anak negeri tak kalah bagus,” imbuhnya.

Selain itu, dengan digalakkannya pembatasan sosial berskala besar, masyarakat telah diimbau untuk lebih banyak berdiam di rumah, termasuk membatasi aktifitas belanja kebutuhan harian.

“Hal itu menjadi peluang bagi e-commerce kita untuk melayani pasar yang sangat besar di Indonesia, dua marketplace besar seperti tokopedia dan bukalapak kenaikannya 1000 persen,“ kata dia.

Kenaikan tersebut lanjut Fikri, terutama ditopang karena permintaan alat dan perbekalan kesehatan, serta kebutuhan pangan. Demikian pula dengan kebutuhan belajar mengajar bagi siswa sekolah hingga perguruan tinggi.

“Model pembelajaran melalui situs-situs penyedia layanan belajar daring, mendapat kenaikan yang signifikan karena diliburkannya sekolah dan kampus.” Imbuh Fikri.

Oleh karena itu, Fikri mendesak Kemenparekraf untuk mendorong pertumbuhan industri digital kreatif.

"Termasuk mendorong lahirnya pemain baru agar pasar lebih dinamis lagi,” pungkasnya.

Cegah Penularan COVID-19, Ganjar Tutup 40 Destinasi Wisata Jawa Tengah

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia