logo


Klarifikasi, Said Didu Kirim Surat ke Luhut

Said Didu klarifikasi mengenai mengenai video yang berjudul 'Luhut: Uang, Uang dan Uang'

7 April 2020 17:30 WIB

Mantan staf khusus Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Said Didu
Mantan staf khusus Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Said Didu Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Sekretaris BUMN Said Didu mengunggah surat yang ditujukan kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di akun Twitternya @msaid_didu.

Surat tersebut berisi klarifikasi Said Didu mengenai video yang berjudul 'Luhut: Uang, Uang dan Uang'.

"Surat saya ke Bapak Luhut B. Panjaitan (Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI)," cuit Said Didu, Selasa (7/4).


Luhut Akan Tuntut Said Didu, Politikus Gerindra: Saya Marah Kalau Ada Pejabat Pidanakan Pengkritiknya

Dalam surat tersebut berisi 4 poin, berikut isi surat yang diunggah Said Didu:

Menunjuk Surat Bapak Tertanggal 4 April 2020, saya sampaikan klarifikasi sebagai berikut:

1. Video yang berjudul Luhut: Uang, Uang dan Uang di Channel Youtube M. Said Didu adalah ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Corona (Covid-19).

2. Pernyataan saya bahwa Pak Luhut hanya memikirkan uang, uang, dan uang merupakan rangkaian tidak terpisahkan dari analisis tersebut, yang maknanya adalah:

a. Bahwa kebijakan pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelematan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak pandemi Corona.

b. Bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Bpk Luhut B. Panjaitan) lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan pelaksanaan tugas Bapak.

3. Pernyataan saya terkait dengan Sapta Marga yang secara jelas saya katakan bahwa "semoga terbesit kembali sapta marga" merupakan harapan kepada Bapak sebagai Purnawirawan TNI bahwa dengan jiwa sapta marga pasti akan memikirkan rakyat, bangsa, dan negara.

4. Sebagai tambahan informasi bagi Bapak bahwa keterangan saya tersebut jauh dari kepentingan pribadi dan semata-mata karena panggilan nurani untuk memenuhi kewajiban sebagai anak bangsa dalam membangun sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis, peduli, dan kritis kepada setiap aparatur negara agar dalam mengambil langkah-langkah, kebijakan, dan program selalu fokus untuk kepentingan rakyat banyak demi Indonesia yang maju, adil, dan makmur ke depan.

 

Gerindra: Kami Sarankan Agar Luhut Tidak Pidanakan Said Didu

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata