logo


Merawat Pasien Covid-19 Tanpa APD, Perawat 23 Tahun Ini Akhirnya Meninggal Dunia

“Mereka (Alagos) menggunakan APD, tetapi tidak sepenuhnya melindungi mulut. Mereka memakai masker biasa,” kata Gina Gustilo

7 April 2020 16:30 WIB

Ilustrasi Petugas Medis
Ilustrasi Petugas Medis istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Seorang perawat muda di Rumah Sakit Umum Watford Inggris, John Alagos, yang masih berusia 23 tahun meninggal dunia usai merawat pasien COVID-19.

Alagos meninggal dunia usai diketahui mengalami pingsan setelah bekerja selama 12 jam lamanya. Ibundanya, Gina Gustilo, menjelaskan bahwa putranya tersebut sempat mengalami sakit saat bekerja.

Dilansir dari Chronicle Live melalui Okezone pada Selasa (7/4), Alagos diduga tidak diperbolehkan pulang ke rumah karena RS tersebut kekurangan staf. Hal ini disampaikan oleh sang ibunda.


Pemerintah Tetapkan Status PSBB di DKI Jakarta, Saleh Harap Bisa Memutus Mata Rantai Covid-19

“Saya bertanya 'mengapa Anda tidak pulang?' Dia mengatakan telah meminta staf lain tetapi rumah sakit mengatakan mereka kekurangan staf dan mereka tidak membiarkan (Alagos) pergi,” terang Gustilo.

Gustilo sempat menyarankan putranya untuk meminum parasetamol. Namun, beberapa menit kemudian, Alagos justru tak sadarkan diri di tempat tidurnya.

Rekan-rekan Alagos yang datang kemudian memberi tahu Gustilo bahwa Alagos tidak menggunakan pakaian pelindung (APD) yang memadai. Padahal, sebagai pertugas medis, Ia harus berada di garis depan dan berkontak langsung dengan pasien COVID-19.

“Mereka (Alagos) menggunakan APD, tetapi tidak sepenuhnya melindungi mulut. Mereka memakai masker biasa,” tambahnya.

Sementara itu, juru bicara Rumah Sakit Umum Watford membantah tudingan bahwa Alagos tak diperbolehkan kembali ke rumah meski mengalami sakit.

“Staf kami sepenuhnya diberi penjelasan tentang gejala COVID-19. Kami tidak akan pernah mengharapkan siapa pun untuk tetap bekerja jika mereka menunjukkan gejala-gejala ini atau memang tidak sehat dengan cara apa pun,” terangnya.

RI Marak Penyemprotan Disinfektan di Jalan, WHO: Sebuah Gambaran Konyol

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia