logo


Kurva Kasus Covid-19 di New York Mendatar, Apakah AS Berada di Puncak Pandemi?

Cuomo mengatakan bahwa pasien yang menggunakan mesin ventilator telah menurun

7 April 2020 14:30 WIB

Gubernur New York Andrew Cuomo
Gubernur New York Andrew Cuomo Ist

NEW YORK, JITUNEWS.COM -Di Amerika Serikat (AS) korban meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19) sudah mencapai 10.859 orang pada Selasa (7/4/2020).

New York disebut menjadi pusat wabah corona di Amerika. Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan bahwa selama dua hari ini angka kematian tidak begitu tinggi.

Cuomo mengatakan bahwa pasien yang menggunakan mesin ventilator telah menurun. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa krisis Covid-19 ini mulai mereda.


Fadli Zon: Apa Hubungannya Memerangi Covid-19 dengan Menerbitkan Aturan Penghinaan Jokowi

Jika angka-angka tersebut tidak lagi meningkat maka Amerika Serikat saat ini tengah mencapai puncak Pandemi. Namun seberapa lama angka itu bertahan dan apakah bakal menurun atau malah melanjutkan trend peningkatan akan terjawab pada waktunya nanti.

"Meskipun tidak satu pun dari ini adalah berita baik, kemungkinan perataan kurva lebih baik daripada kenaikan yang telah kita lihat," kata Cuomo merujuk pada kurva mengenai angka kasus positif Covid-19, kematian, dan data lainnya.

Menurutnya, masih terlalu dini untuk mengetahui apakah negara sudah aman dari Covid-19. Oleh sebabnya tidak boleh gegabah untuk melonggarkan pembatasan sosial.

"Jika kurva berubah, itu karena tingkat infeksi turun. Jika tingkat infeksi turun, itu karena social distancing bekerja," tambahnya.

Sementara itu, di negara New Jersey, Gubernur Phil Murphy mengatakan bahwa upaya yang dilakukan membuahkan hasil.

"Upaya kami untuk meratakan kurva mulai membuahkan hasil," kata Phil Murphy dalam sebuah rapat.

Data menunjukkan sudah ada lebih dari 41.000 kasus positif Covid-19 dan ada lebih dari 1.000 orang meninggal di New Jersey.

Penting Bagi Rakyat, Jokowi Tekankan Bansos Harus Tepat Sasaran

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata