logo


Jumlah Kasus Positif Covid-19 Ibarat Fenomena Gunung Es

Hampir dipastikan angka kasus positif Covid-19 jauh lebih besar dibanding yang tercatat

6 April 2020 21:54 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy mengajak para pakar permodelan dari sejumlah universitas ternama untuk berdiskusi tentang penanganan Covid-19 melalui telekonferensi di Jakarta, Senin (6/4).
Menko PMK Muhadjir Effendy mengajak para pakar permodelan dari sejumlah universitas ternama untuk berdiskusi tentang penanganan Covid-19 melalui telekonferensi di Jakarta, Senin (6/4). Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak para pakar permodelan dari sejumlah universitas ternama untuk berdiskusi tentang penanganan Covid-19.

“Tujuan kami mengundang para pakar adalah dalam rangka penguatan penetapan kebijakan terkait penanganan Covid-19. Para pakar kami minta agar dapat secara berkala memberikan update mengenai status-status Covid-19," ujar Muhadjir saat memimpin Rapat Permodelan Covid-19 melalui telekonferensi di Jakarta, Senin (6/4).

Beberapa hal mengemuka, bahwasanya jumlah kasus yang terdeteksi saat ini ibarat fenomena gunung es. Artinya, hampir dipastikan angka kasus positif Covid-19 jauh lebih besar dibanding yang tercatat hingga kini, bahkan masih akan terus meningkat tajam.


Dahnil: Ada Hikmah Dibalik Wabah Covid-19

Pemerintah pun mengambil langkah serius, diantaranya dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tidak hanya mempertimbangkan faktor kesehatan, namun kondisi sosial ekonomi baik di saat maupun pasca wabah.

"Tidak ada keinginan pemerintah untuk melepas kasus ini. Kami justru berharap dan mengajak seluruh masyakat Indonesia untuk berpartisipasi bersatu melawan Covid-19," tegas Muhadjir.

Menurut Pakar Permodelan serta Tim Ahli dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dr. Pandu Riono, kebijakan PSBB yang telah ditetapkan pemerintah harus dijalankan secara agresif guna mengantisipasi ledakan kasus. Dikhawatirkan apabila hal itu terjadi dalam tempo yang sama, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tidak akan mencukupi.

"Kebijakan yang diambil harus dua langkah di depan virus. PSBB sebaiknya langsung diberlakukan secara nasional," cetusnya.

Sementara Prof. Sutanto dari Universitas Negeri Solo (UNS) mengkhawatirkan akan terjadi ledakan kasus di daerah ketika musim mudik lebaran mendatang. Menanggapi, Tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyarankan untuk waspada terhadap penyebaran daerah lain.

"Batasi pergerakan, waspadai kasus yang tidak dilaporkan, komunikasi terus menerus agar masyarakat aware, namun tetap waspadai dampak terhadap ketahanan pangan," tutur Pakar Permodelan IPB.

Tim Pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Brawijaya, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat, Tim Alumni Matematika UI turut mengungkapkan pendapat, prediksi, serta rekomendasi untuk memperkuat implementasi kebijakan penanganan Covid-19.

Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja, Seskemenko PMK, Seluruh Deputi dan Staf Ahli Menteri di Kemenko PMK, dan Staf Khusus Menko PMK

Fasilitas Observasi untuk Pasien Covid-19 di Pulau Galang Siap Digunakan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata