logo


Jauh di Bawah AS dan Singapura, Indonesia Cuma Tes Covid 36 Orang per Sejuta Penduduk

Hal tersebut terlihat jomplang bila dibandingkan dengan data negara lain seperti Amerika Serikat

6 April 2020 12:04 WIB

fox6now.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengakui bahwa data kasus Covid-19 yang disampaikan oleh juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto ke publik tidak sama dengan data yang ada di lapangan.

"Kami dapat feeding data dari Kemenkes terbatas jadi kami belum bisa menghasilkan data yang sangat lengkap atau terbuka," kata Agus dalam diskusi virtual Bersama Melawan Covid-19 seperti yang ditayangkan di channel YouTube Energy Academy Indonesia, Minggu (5/4/2020).

Agus menjelaskan bahwa BNPB mencatat semua data kasus Covid-19 dari berbagai dareh. Namun pihaknya tidak bisa memberi tahu ke publik karena jubirnya adalah Achmad Yurianto.


Sindir Imbauan Penggunaan Masker, Analis Politik: Diumumkan Setelah Ribuan Rakyat Terpapar Coronaa

Sementara itu dari data Worldometers, per kemarin (5/4), di Indonesia, korban meninggal akibat virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut mencapai 198 jiwa, total sembuh sebanyak 164 orang, dan kasus aktif mencapai 1.911.

Worldometers juga menunjukkan bahwa total tes yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia hanya sebesar 9.712 atau hanya sebesar 36 orang per sejuta penduduk.

Hal tersebut terlihat jomplang bila dibandingkan dengan data negara lain seperti Amerika Serikat misalnya, Amerika Serikat saat ini memiliki 309.236 kasus aktif dengan 9.618 kematian. Namun Amerika Serikat telah melakukan tes kepada 1.772.369 orang atau 5.355 tes per sejuta penduduk.

Sementara itu bila dibandingkan dengan negara tetangga Singapura, Indonesia juga masih kalah jauh. Singapura hingga saat ini telah melakukan 39 ribu tes Covid-19 kepada warganya atau sebesar 6.666 per sejuta penduduknya. Dari tes yang dilakukan, Singapura mendapatkan 1.309 kasus positif dengan total kematian 6 orang dan sembuh sebanyak 320 orang.

Bila dilihat dari peta kekuatan negara, Indonesia adalah negara G-20, seharusnya tes massal bisa ditingkatkan lagi agar semakin banyak yang ketahuan jumlah kasus positifnya dan segera diobati agar tidak makin menyebar.

Hari ini, Senin (6/4), Presiden Joko Widodo meminta tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test dipercepat untuk mengetahui jumlah riil pasien positif di Indonesia.

Menurut Presiden Jokowi, jumlah riil pasien positif itu penting untuk mengambil tindakan secepatnya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Kecepatan pemeriksaan di laboratorium agar didorong lagi, ditekan lagi agar lebih cepat. Kita harapkan dengan kecepatan itu, kita bisa mengetahui siapa yang telah positif dan siapa yang negatif," ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui sambungan konferensi video, Senin (6/4/2020).

Tantangan Pemerintah di Tengah Covid-19: Pemulung Butuh Air Bersih dan Pangan Layak Konsumsi

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan